Bapemperda dan Tim Penyusun Naskah Akademik Bahas Propemperda

Bapemperda dan Tim Penyusun Naskah Akademik Bahas Propemperda

GOSULUT.ID - Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) adalah instrumen perencanaan program pembentukan Peraturan Daerah yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis dengan melibatkan pihak yang berkompeten.

Dalam rangka itu, Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama pimpinan komisi selaku pengusul Ranperda serta Perguruan Tinggi  selaku Tim Penyusun Naskah Akademik, Selasa (11/1/2022).

Ketua Bapemperda, Adnan Entengo menuturkan, ada 4 Ranperda yang masuk dan ditetapkan dalam Propemperda tahun 2022, yakni Ranperda Pengusaha Lokal, Disabilitas, Lalulintas dan Transportasi serta  Kepemudaan.

"Perguruan tinggi yang dilibatkan sebagai Tim penyusun naskah Akademik yaitu Univeritas Bina Mandiri untuk Ranperda pengusaha lokal, Disabilitas oleh UMGO, lalulintas transportasi tim dari UNUGO dan IAIN Sultan Amai Gorontalo mengaji ranperda soal Kepemudaan," Jelasnya.

Adnan melanjutkan, ranperda-ranperda tersebut diharapkan betul-betul dikaji dengan baik serta akademis dan bisa berdampak diimplementasikan dalam regulasi di Provinsi Gorontalo.

"Kami juga mengundang Kemenkum HAM agar dilibatkan sejak awal untuk harmonisasi supaya draft yang dilahirkan betul-betul tidak ada penolakan atau ditunda oleh Kementrian Dalam Negeri, sehingga finalnya menjadi produk hukum yang dapat diterapkan di provinsi Gorontalo, "Ungkapnya.

Ia menuturkan, Ranperda pengusaha lokal nantinya akan menjadi proteksi, dapat diberdayakan produk-produknya dan bisa terterima diseluruh outlet penjualan dan bisa keluar negeri.

Kemudian Disabilitas, hal ini mengingat jumlahnya yang mencapai 6000 orang sehingga secara regulasi sangat membutuhkan perlindungan dan peran daerah serta negara.

"Gorontalo yang dari waktu ke waktu terus berkembang sangat membutuhkan regulasi pada tata kelola lalulintas transportasi utamanya bagi ibukota provinsi" Tutur Adnan. 

Selanjutnya ranperda kepemudaan, kelompok perlu diberikan ruang, pemuda saat ini tidak lagi menjadi obyek tapi subjet untuk pembangunan. 

"Di provinsi gorontalo, kaum milenal telah mencapai 50 persen dari jumlah penduduk yang ada, nantinya regulasi dapat memberikan ruang dan proteksi serta inovasi bagi mereka agar terlibat dalam kegiatan di masyarakat," Terangnya.

Adnan menegaskan, kepada tim penyusun akademik memiliki waktu satu bulan untuk menyusun dan setelah itu berkumpul lagi guna menyatukan persepsi 

"Setelah itu kita usulkan pembahasan ditingkat lanjut atau pansus,"Pungkasnya.