Asisten III Boalemo Buka Diklat Koperasi, Rulli Moha : Kedepan Koperasi Tak Lakukan RAT, Badan Hukum Di Cabut

Asisten III Boalemo Buka Diklat Koperasi, Rulli Moha : Kedepan Koperasi Tak Lakukan RAT, Badan Hukum Di Cabut

GOSULUT.ID - BOALEMO - Asistaen III , Yakop Yusuf Musa, membuka kegiatan Diklat Akuntansi Koperasi, bagi pengurus, pengawas dan pengelolah koperasi yang di laksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM Perdagangan dan Perindustrian yang bertempat di hotel citra ayu, Kamis (21/11/2019).

 Yakop Yusuf Musa menyampaykan, saat ini masyarakat Indonesia sedang menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN sejak tahun 2015. Merupakan sebuah integrasi ekonomi ((ASEAN)) dalam menghadapi perdagangan bebas antar Negara ASEAN.

"Karena seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian,dan kita harus menyiapkan sumber daya manusia di bidang koperasi yang mampu bersaing dengan negara-negara lain,"ucap Yakop Yusuf Musa.

Maka tujuan Pemerintah Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Darwis Moridu melakukan diklat ini melalui Dinas Koperasi, UKM Perdagangan dan Perindustrian, tujuan-nya peningkatan SDM di bidang koperasi di daerah ini.

"Supaya bisa berkembang lebih maju lagi, serta dapat memanfaatkan dunia digitalisasi sebagai suatu jembatan, untuk lebih cepat mendapatkan informasi lebih cepat lagi, terkait kemajuan koperasi," kata Yakop Yusuf Musa.

Nanti-nya, para pengurus, pengawas, pengelola dan anggota koperasi agar mampu melahirkan inovasi, serta bisa memanfaatan dunia digital dengan baik, sebab dengan adanya dunia digital dapat mengakses lebih cepat lagi, untuk pengembangan kemajuan koperasi, dan menata administrasi dalam koperasi itu.

"Apa lagi saat ini perkembangan perekonomian semakin maju seiring perkembangan dunia, sebab kita sedang menghadapi perdagangan bebas di tahun 2020, sehingga koperasi harus berkembang, maju serta mampu bersaing,"jelas Yakop Yusuf Musa.

Untuk menghadapi persaingan global dalam dunia koperasi, kita harus memberikan pendidikan ilmu manajemen ke- wirausahaan, sehingga peserta setelah mengikuti diklat ini, harus mampu meneruskan dan mempraktekkan ditempat usaha masing-masing.

"Kunci-nya bangun sinergitas sesama pengurus, pengelola, pengawas serta anggota menuju koperasi yang harmonis”ujar Yakop Yusuf Musa. 

Dalam laporan-nya panitia pelaksana yang di sampaikan oleh Kepala Bidang Koperasi dan UKM Rulli Moha, dimana kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan serta prinsip koperasi.

Selain itu, koperasi harus menyusun program dan mampu menyiapkan Rapat Anggota Tahunan serta memiliki kemampuan beraktivitas.

Karena koperasi memiliki badan hukum tersendiri, kedepan kalau koperasi tak melakukan RAT, akan di tarik badan hukumnya.

"Dari jumlah 143 koperasi yang ada, tapi yang aktif 82. Dan selalu melakukan RAT di tahun 2018 hanya 15 koperasi. Di tahun 2019 hanya 13 koperasi,"jelas Rulli Moha.***