Angka Kematian Ibu dan Bayi di Gorut Sangat Tinggi

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Gorut Sangat Tinggi

GORUT (GS) - Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tertinggi dibandingkan Kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

Mengingat tingginya kasus AKI dan Bayi di Gorut, maka Bupati Indra Yasin meminta agar masalah tersebut terus ditekan dan dilakukan langkah penanganan yang cepat.

‘’Saya minta harus tetap fokus pada AKI, AKB dan stunting, meskipun sedang pandemi covid-19, saya minta pelayanan kesehatan untuk ibu - ibu dan bayi tetap dibuka,’’ ungkap Bupati Indra Yasin pada rapat Koordinasi Lintas Sektor Dalam Rangka Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) Meningkatkan Cakupan ASI Ekslusif Melalui Pembentukan KP-ASI Tingkat Kabupaten Gorut, di d'Qta Aja Caffe & Resto Kota Gorontalo, Selasa (13/07/2021).

Ia mengatakan, pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas maupun posyandu harus dilaksanakan secara rutin tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Karena angka AKI  dan AKB cukup tinggi maka ibu hamil menyusui pasca melahirkan harus terus dikawal kondisi kesehatannya melalui tempat pelayanan terdekat. Misalnya da Rumah sakit, puskesmas maupun posyandu," ujarnya.

Apalagi lanjut Indra, terkait masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting yang ada dimasyarakat. Sehingga kesehatan ibu dan anak masih menjadi target dalam Sustainable Development Goals (SDGs). 

"Sehingga pembangunan sektor kesehatan untuk SDGs sangat tergantung pada peran aktif seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, organisasi profesi, maupun seluruh elemen dimasyarakat," jelasnya.

Lebih jauh telah dijelaskan, bahwa AKI merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan ibu yang menjadi prioritas utama dalam target SDGs.

"Jadi masalah ibu yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, tidak dapat dilepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Antara lain status kesehatan ibu dan kesiapan untuk hamil, pemeriksaan antenatal (masa kehamilan), persoalan persalinan dan pasca persalinan. Karena status kesehatan bayi sangat berkaitan dengan faktor ibu selama hamil dan melahirkan, seperti rendahnya pemeriksaan selama hamil dan juga status gizi ibu hamil yang masih rendah sehingga tidak maksimal memberikan ASI ekslusif," tandasnya.(***)