Aleg Demokrat Sedih, Erwin: Ada Nakes Belum Terima Insentif Selama 6 Bulan

Aleg Demokrat Sedih, Erwin: Ada Nakes Belum Terima Insentif Selama 6 Bulan

GOSULUT.ID - HUT Provinsi Gorontalo yang ke 20 seharusnya menjadi momentum yang sangat sakral dan mengembirakan bagi semua lapisan masyarakat dalam memperingatinya.

Namun bagi Erwin Ismail ini sangat bertolak belakang. Ia justru merasa sedih dengan kondisi yang dialami sebagian para tenaga kesehatan (nakes) yang saat ini belum menerima hak atas pengabdiannya.

Ia menyampaikan, berdasarkan informasi yang didapat, tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Aloei Saboe telah 6 bulan terakhir belum menerima jasa atau insentif.

"Honor yang dibayarkan hanya pada bulan Maret, April dan Mei, ada juga yang bulan Mei belum diberikan, ini ada apa" kata Aleg DPRD Provinsi Gorontalo ini, Senin (7/12/2020).

Akibatnya lanjut Aleg dari Partai Demokrat ini, para nakes yang belum menerima jasa atas pengabdiannya tersebut sudah ada minta pindah tugas ke rumah sakit lain, ada yang belum kembali bekerja, bahkan ada berhenti dari pekerjaannya.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo melanjutkan, masalah ini telah dipertanyakan langsung ke Walikota Gorontalo, Marten Taha.

"Kata pak Walikota, ia sudah dihubungi oleh Direktur Rumah sakit tersebut, katanya masih sementara divalidasi atau verifikasi para nakes, karena hanya diperuntukkan yang menangani covid-19," sambung Erwin.

Menurutnya, verifikasi para nakes tersebut jangan sampai berbelit-belit atau malah mempersulit sampai dengan memakan waktu berbulan-bulan.

"Maksud saya, dibuat sederhana saja, mereka saat kerja kan diabsen. Janganlah dipersulit, kasihan mereka. Saya kenal pak wali, beliau orangnya baik. Jangan sampai pak wali diberikan informasi yang tidak valid," ungkap Sekertaris Komisi 3 tersebut.

Ia menegaskan, bila sampai dengan awal tahun depan jasa para nakes belum dibayarkan, dirinya akan meminta pihak yang berwajib untuk mengeceknya.

"Selaku wakil rakyat yang berasal dari dapil kota Gorontalo, saya memberikan warning agar hak mereka segera dibayarkan paling lambat bulan Januari tahun 202, bila tidak saya meminta pihak kepolisian untuk mengeceknya, ada apa sebenarnya," tegas Erwin.

Editor: Harso Utiarahman