65 Babinsa Baru Terima Pembekalan Pendayagunaan Koramil Model Korem 133/NW

65 Babinsa Baru Terima Pembekalan Pendayagunaan Koramil Model Korem 133/NW

GOSULUT.ID - Pada pelaksanaan praktek langsung dilapangan, Personel Babinsa yang baru di rekrut dari personel yang berasal dari Satpur dan Satbanpur ke Kesatuan Kowil menerima Materi Binter di wilayah Koramil 1304-01/Kota Utara, Kota Gorontalo. Senin (8/11/2021).

Latihan pembekalan yang berlangsung tersebut, diikuti 65 peserta Babinsa Baru, sebagai pemateri  Binter Danramil 1314-02/Limboto Kapten Inf Sulaiman menjelaskan, pembahasan tentang sejarah pembinaan teritorial (Binter) dan perkembangannya, ancaman dan tantangan teritorial terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan Hankam, Kegiatan Binter TNI AD, Peran Binter dalam melaksanakan tugas pokok TNI AD pada Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Pada materi sejarah Binter dan perkembangannya, Danramil menjelaskan bahwa sejarah Binter berawal dari strategi militer perang gerilya yang kemudian menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional. "Dilihat dari perkembangan sejarahnya, Binter merupakan proses institusionalisasi dari strategi militer yang menempatkan perang gerilya sebagai strategi utamanya. Proses institusionalisasi strategi perang gerilya yang sebenarnya bersifat tentatif ini, bergeser menjadi bagian permanen dari strategi pertahanan nasional sejak pengadopsian doktrin Sishanta," jelas Danramil pada saat memberikan Materi Binter kepada Babinsa Baru.

Ditambahkan oleh Danramil bahwa pengadopsian doktrin ini menempatkan Binter sebagai strategi pertahanan matra darat yang dikembangkan untuk mengantisipasi permasalahan teritorial yang terdiri dari perpaduan dinamika unsur geografi, demografi, dan kondisi sosial. "Usaha antisipasi tersebut dilakukan dengan mengembangkan konsep Binter yang diarahkan untuk memperoleh suatu kekuatan kewilayahan, di mana geografi sebagai ruang juang, demografi sebagai alat juang, dan kondisi sosial sebagai kondisi juang yang tangguh bagi penyelenggaraan pertahanan negara", imbuhnya.

Menurutnya, Binter dapat diartikan sebagai pembinaan terhadap segenap sumber daya nasional, yang berada dalam batas wilayah geografis tertentu untuk mendukung kepentingan nasional, termasuk di dalamnya kepentingan pertahanan. 

"Pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya adalah salah satu tugas yang diamanatkan undang-undang kepada TNI, dan tugas itu dijalankan oleh TNI Angkatan Darat bersama-sama komponen bangsa lainnya dengan metode Binter dalam bentuk kegiatan. Tugas yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat itu bersifat membantu pemerintah, sebagaimana fungsi Binter yang tertuang dalam Doktrin TNI Angkatan Darat Kartika Eka Paksi", pungkas Danramil.

Sejumlah pamateri lain yang memberikan materi dalam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas para Babinsa ini, seperti materi teknik pengumpulan data teritorial dan materi metode pembinaan teritorial, Kegiatan Pendayagunaan Koramil Model ini diikuti 65 Babinsa Baru dari jajaran Korem 133/Nani Wartabone.