10 ribu Rumah Terbukti Menjauhkan Gorontalo dari Predikat Provinsi Termiskin 

10 ribu Rumah Terbukti Menjauhkan Gorontalo dari Predikat Provinsi Termiskin 

GOSULUT.ID - Tanpa henti-hentinya Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel (RG) selalu mencari berupaya mencari solusi agar provinsi Gorontalo tidak lagi dicap sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia.

Upaya itu dengan langkah kongkrit yang benar-benar langsung bisa menarik keluar daerah ini menjauh dari 10 Provinsi termiskin dengan mengintervensi melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui aspirasi DPR RI yaitu Program 10 ribu rumah untuk masyarakat tidak mampu.

Staf Ahli Rachmat Gobel, Charles Budi Doku menegaskan, menurut standar BPS ada 14 poin yang menjadikan masyarakat dikatakan miskin, 5 sampai 6 poin kriteria adalah menyangkut tempat tinggal.

"Berdasarkan data ada sekitar 50 ribu lebih rumah di provinsi Gorontalo tidak layak huni. Inilah yang disupport oleh Kaka RG begitu dirinya mendapat mandat oleh rakyat Gorontalo, melalui program 10 ribu rumah untuk rakyat," Tegasnya.

Lanjut dia, saat ini provinsi Gorontalo telah keluar dari 5 provinsi termiskin dan menduduki peringkat ke 6. Ini artinya program yang menjadi fokus Rachmat Gobel bisa mampu mendongkrak daerah ini dari keterpurukan kemiskinan.

"Saat ini sudah ada 7000 rumah BSPS yang telah dibangun dan dinikmati masyarakat penerima. Apalagi tahun 2022 ini 1500 unit BSPS kembali akan digulirkan," Tuturnya.

Mantan Wakil Walikota Gorontalo ini yakin, dengan terus bergulirnya bantuan tersebut, posisi Gorontalo akan kembali turun menjadi peringkat ke 7 atau 8 di tahun depan.

"Ini baru dari program 10 ribu rumah, belum lagi ditambah program yang sudah dan sementara berjalan lainnya seperti program air bersih, sanitasi lingkungan, kota tanpa kumuh (kotaku), perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Rumah untuk Lanjut Usia. Prestasi ini lahir dari program yang benar -benar rill dilaksanakan oleh Kaka RG yang ingin Gorontalo tidak lagi di cap provinsi termiskin di Indonesia," Tutupnya.