Warga Blokir Jalan GORR , Abdillah Mallo : Bukan Urusan Kami

 Warga Blokir Jalan GORR , Abdillah Mallo : Bukan Urusan Kami

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Sejumlah Pengendara roda empat dan roda dua tak bisa melintas dengan adanya Aksi nekat yang dilakukan Muhamad Uten (50) warga Kelurahan Bionga Kecamatan Limboto dengan memblokir ruas jalan GORR di Kabupaten Gorontalo.

”Aksi nekat yang dilakukan tersebut disebabkan oleh lambatnya proses penggukuran sertifikat tanah di kantor BPN wilayah Kabupaten Gorontalo seluas 8,5 hektar milik keluarganya,”jelas Muhamad Uten.

 Akibat lambatnya proses penggukuran sertifikat tanah di BPN. Kami pemilik tanah yang  sangat di rugikan, bukan pihak mereka. Karena uang ganti rugi yang ada di pengadilan negeri limboto tidak bisa dicairkan, sebab menunggu pembatalan sertifikat.

”Jadi mohon maaf , sementara waktu kami tutup jalan ini. Memang tanah ini berpolemik tapi kan torang pemenang-nya.  Dan seharusnya, pengguguran sertifikat sudah selesai sampai sekarang, tapi terlalu lambat pengurusannya. Pada-hal sudah berproses dari bulan Desember 2018," kata Muhamad Uten, selasa (28/5).

Ditemui ditempat terpisah, Kepala Seksi Sengketa dan Pengendalian Pertanahan BPN, Abdillah Mallo mengatakan, sebelumnya persoalan tanah milik keluarga Muhamad Uten memang berpolemik sejak 4 tahun lalu.

"Sesuai hasil putusan MA pemenangnya adalah keluarga Muhamad Uten. Ada 6 sertifikat yang diajukan untuk dilakukan pembatalan sertifikat, sedangkan proses pembatalan melalui kantor BPN wilayah provinsi,"ucap Abdillah Mallo.

Saat ini prosesnya, sementara di tindak lanjuti dan untuk pemblokiran jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) tidak ada urusanya dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Intinya semua sementara dalam proses ditindalanjuti. Kalau-pun jalan GORR itu ditutup silakan itu hak mereka, jangan kan satu truk tiga truk pun bukan urusan kami," ujar Abdillah Mallo.***