Wamen PDTT Republik Indonesia Resmikan Sorga Dan Embung Agro-Ekowisata Di Kabupaten Gorontalo  

Wamen PDTT Republik Indonesia Resmikan Sorga Dan Embung Agro-Ekowisata Di Kabupaten Gorontalo  

GOSULUT.ID - Resmikan Sarana Olahraga (SORGA) di Desa Tenggela Kecamatan Tilango dan Embung Kawasan Agro-Ekowisata Di Desa Hutadaa Kecamatan Talaga Jaya. Wakil Menteri (Wamen) Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi apresiasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Di mana Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (PDTT), Budi Arie Setiadi usai kegiatan di wawancarai oleh sejumlah awak media menyampaikan bahwa Gorontalo ini bisa menjadi inspirasi juga buat daerah-daerah lain.

" Daerah ini bisa di katakan untuk untuk menjadi inspirasi daerah lain, terutama tentang kreativitas dan inovasinya untuk memajukan desa dan daerah ". ucapnya, Sabtu (12/09/2020).

Dirinya juga mengatakan, akan mendorong ketika ada desa-desa yang memiliki potensi wisata baik di bidang Perikanan, Ekowisata maupun Agrowisata yang harus di kembangkan.

" Dan tadi saya lihat secara langsung baik Perikanan, Ekowisata, dan Agrowisata yang ada di Gorontalo khususnya Kabupaten Gorontalo seperti embung yang bisa dipakai untuk wisatawan, " kata Budi.

Menurutnya, Pemerintah pusat lewat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) akan berusaha membantu Desa-Desa yang memiliki potensi wisata dan lainnya.

" Nanti kita bisa lihat mana yang perlu dibantu yang potensinya ada, alamnya yang indah, danau, buat di datangi oleh para wisatawan, " ujar Budi

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo menjelaskan, bahwa di Kabupaten Gorontalo itu sendiri ada 191 Desa dari 205 Desa dan Kelurahan. 

" Tadinya ada 57 desa tertinggal, sampai hari sudah tidak lagi, semua berkembang, maju bahkan sudah ada yang mandiri. Ini yang terus kita kembangkan," jelasnya.

" Dimana anggaran dana Desa tahun 2017 senilai 220 Miliar, tahun 2020 menjadi 287 miliar lebih pertahun, belum dana ADD 10 % dari dana desa yang berasal dari pemerintah Kabupaten Gorontalo,"tambah Nelson.

Bupati Gorontalo mengungkapkan, di era covid-19 ini, Pemerintah terus melakukan pemberdayaan masyarakat terutama pada tingkat kesehatan, dan bagaimana  terus mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk tetap sehat pula.

" Di mana pemberdayaan kesehatan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kurang lebih 60%, karena memang menjadi kebutuhan pada pandemi sekarang selain penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan juga peningkatan kapasitas tersmasuk Bumdes, " ungkapnya.***

Editor : Mnt