Wakil Ketua DPRD Bolmut : Kritisi Biaya Rafid Test Rp 250 Ribu Masuk Gorontalo

Wakil Ketua DPRD Bolmut : Kritisi Biaya Rafid Test Rp 250 Ribu Masuk Gorontalo

GOSULUT.ID - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolmong Utara, Salim Bin Abdullah mengkritisi kebijakan pemerintah Provinsi Gorontalo, yang memberlakukan bagi setiap orang untuk melakukan Rafid Test, Minggu (28/6/2020).

Biaya Rafid Test 250 ribu/orang, bagi siapa saja yang masuk Provinsi Gorontalo. Tepatnya diperbatasan Bolmong Utara dan Gorontalo Utara, yang menjadi sebuah kewajiban harus dipenuhi oleh siapa saja masuk serta melintas di daerah ini.

Menurut salah satu pimpinan DPRD Bolmong Utara, Salim Bin Abdullah mengatakan, para petugas perbatasan harus lebih bijak lagi, lihat kondisi masyarakat. Jangan bebani dengan biaya 250.000 untuk masuk Gorontalo. Apalagi rapid test itu diadakan oleh pemerintah, kenapa harus dibayar, jadi jangan ciptakan sesuatu yang hanya meresahkan semua pihak.

"Kami berharap pemerintah Provinsi Gorontalo harus melihat kondisi yang sedang terjadi diperbatasan, " kata Salim Bin Abdullah.

Lanjut Salim Bin Abdullah, jika hal itu terus dibiarkan, hanya akan menimbulkan keresahan ditingkat masyarakat yang ada diwilayah perbatasan.

"Saya hanya mengingatkan, sebab kita hidup di NKRI, jika sudah demikian, berarti ada pemberlakuan khusus dari pemerintah pusat, bahwa Gorontalo tak bisa dimasuki oleh masyarakat luar," lanjut Salim Bin Abdullah melalui WhatsApp redaksi GOSULUT.ID.

Untuk itu, kami meminta pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan kelonggaran bagi warga Bolmong Utara yang masuk keluar daerah itu. Hal ini menjadi sebuah keluhan dari rakyat dan para sopir, baik itu angkutan umum, maupun pribadi serta para pedagang. Karena mereka lebih dekat berbelanja di Wilayah Gorontalo dari pada menuju Manado.***