Wahyudin Akili : Bawaslu Akan Tindak Tegas Silahturahmi Berbau Kampanye Di Minggu Tenang

Wahyudin Akili : Bawaslu Akan Tindak Tegas Silahturahmi Berbau Kampanye Di Minggu Tenang

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.Id - Kota Gorontalo - Bawaslu Kabupaten Gorontalo pagi tadi  menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan pengawasan pemilihan umum tahun 2019 bagi organisasi masyarakat, tokoh masyarakat dan media massa, sabtu(13/4) maqna hotel.

Dalam kegiatan sosialisasi ini di ikuti oleh organisasi ekstra kampus seperti HMI,PMII,IMM, BEM tokoh masyarakat dan media massa. Para pemateri dari Komisioner Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin Akili, Moh. Fadjri arsyad, Alexander Kaaba.

Usai memberikan materi dan menutup kegiatan Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin Akili menyampaikan, lewat kegiatan ini pihaknya menghimbau pada semua masyarakat untuk menghindari potensi yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

" Saya sampaikan di sisa tahapan untuk masa tenang dan hari pemungutan suara disisa waktu yang kurang lebih empat hari ini saya menghimbau atas nama Bawaslu. Hindari tindakan-tindakan yang berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan pemilu. Kita sudah melewati tahapan kampanye ini kurang lebih tujuh bulan, sesuai amanat undang-undang. Maka idealnya masa tenang ini tidak di manfaatkan untuk kampanye lagi, yang namanya masa tenang tidak ada lagi tindakan-tindakan  berbau kampanye," tutur Wahyudin Akili.

Lanjut Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin Akili menegaskan, pelaksanaan kegiatan silaturahim dan sejenisnya selama tidak ada unsur kampanye di saat minggu tenang sah-sah saja.

"Terkait silaturahmi dimasa tenang bawaslu tidak melarang yang namanya silaturahim, namun jikalau silaturahim itu ada muatan kampanye. Hal itu yang menjadi konteks pengawasan oleh Bawaslu, tapi selama tidak ada unsur demikian dalam kegiatan silaturahim dan sejenisnya sah-sah saja". Tandas Wahyudin Akili.

Perlu di ingat oleh semua pihak dan berlaku bagi siapa saja, kampanye di masa tenang ancaman pidananya 12 bulan dengan denda 12 juta rupiah.

"Sesuai ketentuan dimasa tenang tidak ada lagi Kampanye dalam model apapun dan di media apapun. Apakah di media sosial, media cetak dan lainnya, jika masih ada akan di tindaki sesuai ketentuan yang berlaku. Dan kampanye diluar jadwal sanksi pidananya, sesuai undang-undang Nomor 7 tahun 2017 khususnya tindak pidana pemilu ancamanya 12 bulan dengan denda 12 juta rupiahm ," tutup Wahyudin.***