Wagub Gorontalo : Pendapatan PAD 2021 Bakal Terjadi Penurunan Rp 30,54 Miliar

Wagub Gorontalo : Pendapatan PAD 2021 Bakal Terjadi Penurunan Rp 30,54 Miliar

GOSULUT.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idris Rahim sampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran  dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2021 pada rapat paripurna DPRD ke-31, Senin (21/9/2020) di ruang rapat DPRD Provinsi Gorontalo.

Bahkan pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi dalam RKPD tahun 2021 sebesar 6,62 persen, persentase angka kemiskinan 15,05 persen, serta tingkat pengangguran terbuka 4,01 poin. Sedangkan Indeks Gini Ratio ditargetkan berada pada angka 0,41 poin, PDRB perkapita Rp37.560.000, serta inflasi dua sampai tiga persen.

 

​​​​​Wagub Idris Rahim dalam sambutannya menyampaikan, penyusunan KUA PPAS tahun 2021 berpedoman pada arah kebijakan dan strategi pembangunan dalam RPJMD 2017-2022 dengan visi ‘Terwujudnya Masyarakat Gorontalo yang Maju, Unggul, dan Sejahtera. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, telah menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 dengan tema pembangunan yang fokus pada penguatan sektor kesehatan dan pemulihan kondisi sosial ekonomi.

“Tema ini dirumuskan untuk menjawab tantangan dan permasalahan utama pembangunan yang masih kita hadapi bersama, serta menyesuaikan pada arah kebijakan dan sasaran pembangunan pemerintah,” ujar Wagub Idris Rahim.

Lebih lanjut Wagub Gorontalo mengungkapkan pendapatan daerah (PAD) pada tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp1,76 triliun atau mengalami penurunan Rp30,54 miliar dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp1,79 triliun. Proyeksi penurunan pendapatan tersebut berasal dari bagi hasil dan pendapatan daerah lain-lain yang sah. Sementara untuk belanja daerah pada KUA PPAS tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp2,63 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp786,07 miliar atau 42,63 persen dibanding belanja tahun 2020 sebesar Rp1,84 triliun.

“Kenaikan belanja ini digunakan untuk pelaksanaan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional di daerah,” tutur Idris.***Ih/hms

Editor : Mnt