Wagub Buka Rakerda BKKBN Gorontalo

Wagub Buka Rakerda BKKBN Gorontalo

GORONTALO (GS) – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kemitraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (KB) tahun 2021 dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim secara virtual, Senin (5/4/2021) di ruang kerja wagub.

Rakerda ini sangat penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap program kerja tahun sebelumnya.

Menurut Wagub Gorontalo, bagaimana kita bisa melihat target yang belum dicapai, apa permasalahan dan kendalanya, kemudian kita cari solusinya untuk dituangkan dalam program yang akan datang.

Apalagi Rakerda Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo mengangkat tema meningkatkan upaya dan strategi dalam rangka percepatan implementasi program Bangga Kencana melalui peran lintas sektor di masa pandemi COVID-19. Disini kita menilai, salah satu indikator keberhasilan program Bangga Kencana di Gorontalo yakni laju pertumbuhan penduduk yang pada periode tahun 2010-2020 sebesar 1,16 persen. Laju pertumbuhan penduduk tersebut melambat jika dibandingkan periode tahun 2000-2010 yang mencapai 2,26 persen.

“Maka perlu diberi apresiasi pencapaian ini berkat program Bangga Kencana. Keberhasilan ini tak lepas dari kinerja BKKBN dan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Idris Rahim menambahkan, keberhasilan itu tidak semata hanya diukur dari angka-angka, namun yang terpenting adalah peningkatan kualitas penduduk. Oleh karena itu, Wagub Gorontalo berharap BKKBN Provinsi Gorontalo dapat membangun kemitraan yang kuat dengan seluruh unsur terkait untuk mewujudkan tujuan mulia menyejahterakan keluarga di Gorontalo.

“Tinggalkan cara-cara rutin yang sangat birokratis, perkuat semangat kemitraan, lakukan inovasi, serta manfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk membangun keluarga Gorontalo yang sejahtera,” ucap Wagub.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan, program Bangga Kencana yang dulu berorientasi pada kuantitas, sekarang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, harus menjadi spirit untuk bisa membangun sumber daya manusia yang unggul di Gorontalo,” ungkapnya.****