Tim Advokasi Amicus Curiae Dukung Komunitas Konsumen Indonesa Soal Kebijakan Bagasi Berbayar

Tim Advokasi Amicus Curiae Dukung Komunitas Konsumen Indonesa Soal Kebijakan Bagasi Berbayar

Loporan Wartawan WWW.GOSLUT.ID, Ricky Octavian 

 

 

GoSulut.Id,  Jakarta - Ketika Kementerian Perhubungan mengeluarkan sebuah kebijakan,  yang mana telah menyetujui pemberlakuan Bagasi Berbayar terhadap beberapa pihak maskapai penerbangan dinilai sebagai  bentuk langkah mundur di dunia aviasi di Indonesia, dan banyak kalangan berpendapat bahwa pihak maskapai tidak berpihak ke konsumen.

Merunut pada permasalahan itulah, Tim Advokasi Sahabat Peradilan (Amicus Curiae) mendukung keputusan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang telah mengajukan surat gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat/ PN Jakpus pada hari Senin ( 7/2/ 2019) pukul 14.30 WIB.

Dalam gugatan tersebut,  KKI tidak hanya menggugat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, namun ada beberapa pihak yang turut tergugat. Sebut saja Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PT. Lion Mentari Airlines, PT. Wings Abadi Airlines (Anak Perusahaan Lion Air),  dan PT. Citilink Indonesia (anak perusahaan PT. Garuda Indonesia. Tbk).

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara anggota Tim Advokasi Amicus Curiae,  Indra Rusmi,  S.H pada Wartawan Gosulut.Id ketika dihubungi via Whatsapp,  Selasa (26/2/2019) pukul 18.00 WIB Sore tadi. 

"Adapun Amicus Curiae ini diajukan oleh beberapa Advokat, juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam memegang teguh profesi terhormat, sehingga tanpa diminta harus memperjuangkan kepentingan masyarakat, sesuai pasal 2 dan 3 UU Penerbangan.  " ujar Indra Rusmi S.H

Indra juga mengatakan,  Tim Advokasi Amicus memohon agar Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata No.Reg.: 88/Pdt.G/2019/ PN.Jkt Pst,  dan tetap mepertimbangkan Amicus Curiae (Sahabat Peradilan) ini sebagai pendapat atau masukan dalam mendukung Gugatan Perdata dari KKI untuk membatalkan penerapan Bagasi Berbayar dengan beberapa alasan.

“Dengan ini secara bersama-sama kami menyatakan kesiapan dalam membantu Peradilan melalui pendapat atau masukan terhadap suatu perkara yang sedang berlangsung dan hangat di public, yang dituangkan dalam Amicus Curiae (Sahabat Peradilan) terhadap Perkara  No.Reg.:88/Pdt.G/2019/PN.Jkt Pst,” katanya.

Adapun Amicus Curiae menyampaikan pada Majelis Hakim pemeriksa perkara perdataNo.Reg.:88/Pdt.G/2019/PN.Jkt Pst pada PN Jakarta Pusat, sebagai bentuk masukan dan bahan pertimbangan yang menguatkan keyakinan Majelis Hakim. "Karna pasal 5 ayat 1 uu no 48 tahun 2009 menyatakan hakim wajib mengikuti, menggali, mengetahui nilai nilai hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat, " ucap Indra Rusmi.

Terkait gugatan KKI terhadap persetujuan menteri perhubungan udara untuk perubahan SOP pada beberapa perusahaan penerbangan di Indonesia karena dianggap meresahkan dan tidak berfaedah bagi masyarakat.

Tim Advokasi Amicus sendiri terdiri dari :  Dr (c) Indra Rusmi, SH, MH , Ika Arini Batubara, SH, Wendra Puji, SH, MH, Martha Dinata, SH ,Asep Dedi, SH, Intan Nur Rahmawanti, SH, MH, Ricka Kartika Barus, SH, MH, Morwil Purba, SH, Bireven Aruan, SH, Irwan Gustaf Lalegit,SH, Johan Imanuel, SH, Steven Albert, SH, MH, Denny Supari, SH, Ombun Suryono Sidauruk, SH, Abdul Salam, SH, Liberto Julihartama, SH, Abdul Jabbar SHI, Endin, SH, MH, Berto Tumpal Harianja, SH, Febby Valentino, SH, Firnanda, SH, Destiya Purna Panca, SH, MH, Yogi Pajar Suprayogi, Amd, SE, SH, Herman, SH, Kemal Hersanti, SH.

“Dalam Amicus Curiae ini, juga menyampaikan tinjauan yuridis yang intinya kami anggap bahwa badan usaha angkutan niaga, pemerintah tidak menjalankan sebagaimana mestinya dalam menerapkan bagasi, tercatat dengan mengacu terhadap dan tujuan penerbangan (Pasal 2 dan 3 UU Penerbangan) serta ditegaskan dalam pasal 98 UU Penerbangan ialah syarat kentuan bagasi tercatat mengacu ke pasal 99 UU Penerbangan dilakukan evaluasi secara periodik,” tutup Indra Rusmi.***