Tiga Nasabah Kredit Macet Bank Sulutgo Naik Tingkat Penyelidikan Di Kejari Limboto

Tiga Nasabah Kredit Macet Bank Sulutgo Naik Tingkat Penyelidikan Di Kejari Limboto

GoSulut.Id - Limboto - Ada apa sebetulnya dengan Bank Sulutgo Kabupaten Gorontalo, hasil investigasi www.gosulut.id, terkait tiga dibitur macet pinjaman Rp 23.300.000.000,00  tahun 2015, tentang tindak pidana manipulasi data pinjaman di Bank Sulutgo di tingkatkan status dari penyidikan ke-penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Limboto dalam konfresnsi pers (10/12), beberapa waktu lalu.

Menjadi pertanyaan semua pihak, siapa sebetulnya yang meminta pihak Kejaksaan dalam persoalan kredit macet di Bank Sulutgo, apakah permintaan bank  atau laporan masyarakat atau hasil invesitigasi kejaksaan ?

Saat berbincang bincang dengan beberapa pegawai Bank Sulutgo yang kantor-nya berhadapan dengan shoping limboto, terkait persoalan sekarang sedang di bidik Kejaksaan Negeri Limboto, kami juga jadi bingung dengan persoalan ini, sebab ini kasus perdata, ucap beberapa pegawai bank sulutgo.

Bagaimana para pegawai Bank Sulut tidak kebingungan, seorang atasan saja, bahkan tidak tahu menahu, kalau kredit macet nasabah-nya sudah bergulir di kajaksaan. Dalam pernyataan seorang Kepala Bank Sulutgo Kabupaten Gorontalo Yusuf, nanti 2017 Saya berada disini, kami akan cek lagi kejadian ini, ungkapan Yusuf menghiasi semua media di daerah gorontalo.  

Salah seorang pengusaha Jerson Hubu angkat bicara, mencermati persoalan sedang terjadi di Bank Sulutgo yang sudah masuk rana kejaksaan. Ada apa sebetulnya, dengan persoalan ini, kenapa tidak di selesaikan dulu di iternal perbankan tersebut.

”Selaku pengusaha, kami menjadi takut ber-urusan dengan pihak Bank Sulut, sebab nanti  akan di pangil pihak kejaksaan, bila terjadi kredit macet” Tegas Jerson Hubu.

Atas kejadian ini, pihak kejaksaan harus usut semua kredit macet yang terjadi di Bank Sulutgo, jangan hanya itu saja.

”Begitu juga dengan kredit macet yang ada di seluruh Bank Sulutgo di kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara tersebut, biar sama rasa dan sama nikmat, bila semua untuk menciptakan kenyamanan para nasabah” Kata Jerson.          

Secara terpisah Umar Karim dimintai tangapannya melalui WhatsApp redaksi 15:29 (21/12) mengatakan, Itu bukan soal kredit macet semata, semua juga tau kalau kredit macet dalam perbankan hanyalah masaalah keperdataan, tapi ini soal prosedur pencairan kredit  bank yang nota bene anggaran yg dicairkan tersebut, bersumber dari anggaran APBD.

” Perlu di ingat, dana yg dikelola Bank sulut itu lebih 50% berasal dari uang negara/daerah dalam bentuk penyertaan modal, sehingga bank sulut meskipun badan usaha, harus tetap tunduk pada tata kelola keuangan negara dan daerah” Ucap Umar Karim.

Lanjut Umar Karim, meskipun bank sulut tunduk pada Undang Undang perbankan sebagai lex specialis, akan tetapi dlm mengelola anggaran yang berasal dari negara atau daerah, bank sulut harus tunduk pula pada UU lex specialis yang mengattur pengelolaan keuangan negara atau daerah.

Dengan demikian, jika terjadi kesalahan pengelolaan uang negara atau daerah oleh bank sulut yang berpotensi merugikan keuangan negara atau daerah, maka kejaksaan memiliki kewenangan utk melakukan penyelidikan hingga penyidikan, Tegas Umar Karim.

Diduga akibat terjadi kesalahan pengelolaan oleh bank sulut, maka daerah berpotensi dirugikan dan mengalami kekurangan penerimaan deviden sebagai pendapatan daerah.

”Paling tidak jika terjadi penyaluran kredit yang tdk sesuai prosedur, pasti berpotensi pidana” Ujar Umar Karim.

Saat di konfirmasi pada pihak Kepala Bank Sulutgo Limboto di Kantor-nya, pihaknya engan menemui wartawan .(Mnt-kolonglangit)