Tak Punya Saluran Pembuangan Air, Kota Melonguane “Kumuh” Pada Musim Hujan

Tak Punya Saluran Pembuangan Air, Kota Melonguane “Kumuh” Pada Musim Hujan

Sejumlah ruas jalan yang ada di dalam kota melonguane yang rusak dan sering tergenang, disebabkan karena tak memiliki saluran pembuangan air yang memadai

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD - Buruknya saluran pembuangan air atau drainase di kota Melonguane yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, hal ini disampaikan oleh sejumlah pihak, salah satunya DRPD Kabupaten Kepulauan Talaud melalui fraksi PDI-P pada saat membacakan persutujuan penetapan Ranperda RPJMD Kabupaten Kepulauan Talaud, tahun 2020 – 2025 di aula sidang DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Sistem drainase di ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, apalagi saat ini sudah memasuki musim peghujan, karena hal itu dapat menimbulkan bencana,” ungkap Gerson Essing, anggota DPRD Kab. Kepl. Talaud dari Fraksi PDI-P.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, dr. Elly Engelbert Lasut. “Kita sudah ketahui bersama, bahwa kita sudah memiliki rancangan tata ruang tentang drainase, dan kemudian kita sudah memiliki perencanaan tentang drainase induk di Kota Melonguane. Tapi sampai saat ini, rencana tata ruang untuk drainase itu belum juga terlaksana,” Tukas Lasut. Lasut juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Fraksi PDI – P, karena menurutnya kota Melonguane setiap musim penghujan selalu mengalami banjir di sejumlah tempat di dalam kota melonguane.

“Belum lagi angka infeksi dari penyakit demam berdarah sangat, hal itu sangat berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang tidak memiliki saluran air atau Drainase. Sehingga kita melihat bahwa ini adalah salah satu program pembangunan yang harus betul – betul menjadi perhatian,” Tambahnya.

Dirinyapun berharap, agar dalam penyampaian nota perubahan tersebut pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif maupun legislatif dapat menyepakati pembangunan drainase terintegrasi, baik itu multi years ataupun sekali bangun. “Nanti kita akan bicarakan bersama dengan seluruh anggota DPRD, sehingga kita akan berusaha untuk mendapatkan dukungan agar pembangunan drainase di kota Melonguane dapat terealisasi tanpa harus menunggu korban jiwa,” pungkas Lasut.

Rencana pembangunan drainase oleh pemerintah daerah tersebut mendapatkan dukungan dari sejumlah masyarakat Kota Melonguane. “Melonguane adalah Ibukota Kabupaten dimana semua yang berkaitan dengan Talaud ada disini, tapi pada saat musim hujan kota Melonguane jadi kumuh, karena genangan air ada dimana – mana, bahkan jalan dalam kota pun rusak karena air tergenang. Jadi kami berharap pemerintah secepatnya merealisasikan pembangunan drainase tersebut, karena ingat Melonguane adalah ibu kota. Citra Kabupaten Talaud ada di Kota Melonguane,” tukas Petrus salah satu warga Kota Melonguane. Jumat (31/7/2020)

Berdasarkan pantauan awak media ini, ada sejumlah titik di dalam Kota Melonguane masih ada air tegenang di jalan sehingga mengakibatkan jalan berlubang dan rusak karena tidak memiliki saluran pembuangan air. (FS/YW)