SUAP MENYUAP SAAT DITILANG, INI PENJELASAN KASAT LANTAS GORONTALO KOTA

SUAP MENYUAP SAAT DITILANG, INI PENJELASAN KASAT LANTAS GORONTALO KOTA
SUAP MENYUAP SAAT DITILANG, INI PENJELASAN KASAT LANTAS GORONTALO KOTA

GOSULUT.ID - Kasatlantas Gorontalo Kota melarang keras jika ada anggotanya yang menerima uang suap berlipat-lipat dari denda yang di jatuhkan karena anggapan mengurus tilang sangatlah sulit atau ada polisi yang meminta uang kepada pelanggar agar pelanggar bisa segera meninggalkan tempat Operasi, Kamis (08/11/2018).

Kasatlantas Gorontalo Kota, AKP Dwi Okta Herianto, S.H kepada wartawan Kabar Publik saat di wawancarai di ruangan Kasatlantas Gorontalo Kota menjelaskan terkait denda resmi pelanggaran lalu lintas.

“Apakah Anda melanggar rambu lalu lintas? Ketahui lah tarif denda resminya. Walau selalu disiplin dalam berlalu-lintas, namun tetap sesekali mungkin lalai atau tidak sengaja melanggar aturan dan diberhentikan polisi yang bertugas. Adapun prosedur saat melakukan penilangan, Polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukkan jati diri dengan jelas. Polisi harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, pasal berapa yang telah dilanggar dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar,” Jelas Kasatlantas Gorontalo Kota AKP Dwi Okta Herianto, SH.

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan pengendara roda dua maupun roda empat saat melakukan pelanggaran, pelanggar dapat memilih untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di BRI tempat kejadian dan mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian, atau menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah. Pengadilan kemudian yang akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak, dengan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan dan pelanggar dalam persidangan di kehakiman setempat, pada waktu yang telah ditentukan.

“Ada sebagian pelanggar peraturan memilih untuk menyuap polisi dengan uang berlipat-lipat dari denda yang akan dijatuhkan karena adanya anggapan bahwa mengurus tilang itu sangatlah sulit. Ada pula polisi yang meminta uang kepada pelanggar agar pelanggar bisa segera pergi dari lokasi pelanggaran tanpa mengikuti prosedur hukum. Bila penyuapan ini terbukti maka bisa membuat polisi dan penyuap dihukum penjara karena menyuap polisi/pegawai negeri adalah sebuah perbuatan melanggar hukum,” lanjutnya.

Dalam undang-undang tentang lalu lintas yang terbaru, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009.

Kasatlantas Gorontalo Kota menghimbau kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat agar senantiasa disiplin terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Selalu patuhi rambu lalu lintas. Kebiasaan mengabaikan itu bisa membahayakan keselamatan orang lain. Mempraktikkan tertib lalu lintas bukan sekadar mencerminkan kepribadian diri sendiri, tapi juga menekan kecelakaan lalu lintas. Makin sering langgar lalu lintas, makin sering pula uang anda melayang untuk membayar denda. Tapi yang paling fatal dari keseringan melanggar adalah kemungkinan besar jadi korban kecelakaan. Cintai diri anda sendiri dan keluarga yang menanti anda pulang dengan selamat. Utamakanlah keselamatan anda,” jelas Kasatlantas Gorontalo Kota.