Spasi Fakultas Hukum Unisan Desak Bupati Gorontalo Segera Copot Pejabat Di Duga Narkoba Hasil Test Urine BNN

Spasi Fakultas Hukum Unisan Desak Bupati Gorontalo Segera Copot Pejabat Di Duga Narkoba Hasil Test Urine BNN

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

 

GoSulut.Id –Kota Gorontalo - Indikasi keterlibatan Narkoba bagi Para Pejabat Pemkab Gorontalo berdasarkan hasil tes Urin oleh BNN Kabupaten Gorontalo adalah sebuah pukulan serius bagi Bupati Nelson Pomalingo.

”Hal ini sangat mengejutkan bagi public Kabupaten Gorontalo, dimana para pejabat yang notabene-nya, sebagai pelayan dan panutan bagi masyarakat justru terlibat dalam lingkaran Barang Haram tersebut, yang diyakini mampu membunuh Jutaan Generasi bangsa” Ungkap Sekretaris Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum Unisan Gorontalo Akbarul Muhith Nawawi.

Persoalan dugaan pengunaan narkoba dari test urine bagi pejabat yang hasil-nya positif, merupakan masalah  serius bagi seorang Bupati Nelson Pomalingo, seyogya-nya sedang berusaha keras membawa Kabupaten Gorontalo dengan Program Gemilangnya.

”Predikat Kabupaten Gemilang yang dari awal di-gaungkan oleh Bupati Nelson Pomalingo, sudah harus bebas dari aparatur Narkoba, kami yakin dan percaya Kinerja dan Visi Misi bupati akan terhambat, sebab dikelilingi oleh oknum oknum pejabat yang bersahabat dengan barang Haram itu ” Jelas Akbarul Muhith Nawawi.

Bagaimana mungkin, seseorang akan bekerja dan berprestasi dengan baik, jika jiwa-nya harus diganggu oleh barang haram ,  apalagi penggunaan obat  zat terlarang, merupakan kategori kejahatan ekstra ordinary crime.

Olehnya, pihak BNN Kabupaten Gorontalo dapat  memberikan informasi yang transparan pada pemerintah daerah terkait  temuan oknum oknum pejabat yang terindikasi sebagai pemakai bahan haram tersebut dalam hasil Test Urine.

”Maka kami mendesak pada Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo untuk tidak memberikan dispensasi atau kebijakan dalam bentuk apapun, jikalau ternyata temuan yang disampaikan oleh BNN Kabupaten Gorontalo benar benar  merupakan Informasi yang akurat dan terbukti bahwa para oknum pejabat sebagai konsumen aktif dan positif sebagal pengguna Narkoba” Kata Akbarul Muhith Nawawi.

Meskipun memang secara hukum tidak dilengkapi barang bukti, sebagaimana yang diamanahkan dalam UU, namun jika benar positif menggunakan Narkoba tanpa hak dan cara yang ilegal, bupati segera memberikan sangsi tegas pada para pelaku, berupa pencopotan dari jabatan. Kami khawatir, menjadi sebuah preseden buruk bagi kelangsungan Visi Misi pemerintah menuju Kabupaten Gemilang tanpa NARKOBA.

”Bila terlambat di tindaki, semakin mudah barang haram menggerogoti para generasi yang ada di Kabupaten Gorontalo, sehingga bupati harus berani mengambil sikap tegas, meskipun tidak harus mengumumkan di public identitas para pejabat” Ucap Akbarul Muhith Nawawi.

Apabila hasil Test Urine dari BNN menyatakan, bahwa para pejabat terindikasi Narkoba berasal dari karena mengkonsumsi obat secara legal, karena alasan kesehatannya lewat obat resmi dan murni masalah medis.

”BNN dan Bupati-pun wajib hukum-nya menyampaikan hal ini ke public,  agar supaya masyarakat tahu, bahwa pemerintah Kabupaten Gorontalo, benar benar mendukung upaya pemberantasan Narkoba, tanpa tebang pilih” Tegas Akbarul Muhith Nawawi Sekretaris Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum Unisan Gorontalo.

Dalam penjelasannya Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Mohammad Alamri menyatakan, adanya indikasi yang bersifat positif dalam penggunaan narkoba terhadap lima oknum pejabat, nantinya akan ditindak lanjuti lagi, namun hal ini sudah disampaikan pada Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo.

Namun pihak BNN-pun akan menkonfirmasikan lagi ke-pihak berwenang lainnya, untuk dilakukan kembali test urine yang kedua kalinya, guna menentukan apakah oknum yang bersangkutan senang mengunakan barang terlarang.

”Bisa saja para oknum pejabat itu, menggunakan bahan yang mengandung sejenis narkoba, tetapi melalui prosedur resmi dari pihak medis” Tegas Mohammad Alamri.

Waktu di minta tangapannya Bupati Prof Nelson Pomalingo melalui WhatsApp, terkait 5 Oknum Pejabat yang positif dalam Test Urine BNN Kabupaten Gorontalo, namun sampai berita di turun-kan, belum ada penjelasan secara resmi dari bupati.***