SMP 2 Limboto Jadi Pilot Project SSK

 SMP 2 Limboto Jadi Pilot Project SSK

GoSulut.Id – Limboto - Sekolah menengah pertama ( SMP) 2 Limboto menjadi pilot Project pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pertama di Provinsi Gorontalo.

Ditunjuknya SMP 2 Limboto menjadi SSK , atas rekomendasi dari BKKBN Pusat dan dicanagkan langsung oleh Sekertaris Utama BKKBN RI H.Nofrijal, SP.MA.

Kepala Sekolah SMP 2 Dra.Sriyanti Maku dalam laporannya mengatakan,  dibentuknya SSK Tersebut untuk mengenalkan pada anak siswa, bagaimana masalah kependudukan dan keluarga sejak dini untuk disikapi dengan baik, jumat (19/12)

" SSK untuk mengintegrasikan pendidikan kependudukan, dan keluarga pada anak anak yang akan dituangkan pada beberapa mata pelajaran, dimana didalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber, belajar  peserta didik dalam upaya pembentukan generasi berencana yang peduli dengan fenomena kependudukan," Jelasnya

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, bahwa ini merupakan satu penghargaan, karena SMP 2 Limboto ditunjuk menjadi percontohan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), telah menambah penghargaan bagi sekolah ini.

Karena, Kita tau bersama SMP 2 Limboto merupakan sekolah dalam taman serta sekolah peduli lingkungan dan sekolah peraih penghargaan adiwiyata, sebagai sekolah yang komitmen dan mengimplementasi pendidikan lingkungan hidup.

"Patut kita berbangga, Alhamndulillah Kabupaten Gorontalo selalu menjadi percontohan, Tadi Desa Dulohupo, terpilih sebagai kampung KB terbaik dan menjadi percontohan Nasional,  hari ini SMP 2 Limboto menjadi sekolah Pilot project pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan," Ungkap Nelson ditemui usai kegiatan ini, jumat (19/12).

Jika ditafsirkan saat ini, maka misi Kabupaten Gorontalo yang saya bawah, yakni pembangunan berbasis kependudukan dan lingkungan segera terwujud.

"Dengan di tunjuknya SMP 2 Limboto menjadi SSK, Nelson berharap, hal ini bisa diikuti sekolah lain di Kabupaten Gorontalo " Harap Nelson

Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendukung program demikian, sehingga dinas terkait, seperti diknas , terus berkolaborasi dengan pihak BKKBN, tegas-nya

Sementara itu,Sekertaris Utama BKKBN RI H.Nofrijal, SP.MA menuturkan, alasan memilih SMP 2 menjadi pilot project SSK pertama di provinsi Gorontalo, paling mendasar, bersedia mengintegrasikan, materi-materi pendidikan kependudukan di beberapa mata pelajaran.

"Sebagai percontohan atau model, maka akan banyak orang datang disini, dengan terintegrasikan kependudukan dan lingkungan hidup, merupakan satu rumah bersama, yakni kependudukan dan lingkungan hidup yang tidak bisa dipisahkan," Terangnya.

Dukungan BKKBN akan berkelanjutan, melalui materi dalam bentuk modul, disamping  mempunya ber-sifat digital.

"Nah, itu yang akan integrasikan ke sini, bahkan BKKBN juga, akan bertanggung jawab pada pelatihan -pelatihan, baik dalam penyiapan sumber daya manusia dan mudah-mudahan, bisa berjuang melalui dana alokasi khusus, guna perlengkapan apa yang dibutuhkan, seperti komputer,LCD"  Tutupnya (Ih-04)