Setelah Bawaslu Panggil Klarifikasi LY, Hari Ini SH Alias Sahmid Di Panggil Lagi Untuk Di Mintai Kalrifikasi

Setelah Bawaslu Panggil Klarifikasi LY,  Hari Ini  SH Alias Sahmid Di Panggil Lagi Untuk Di Mintai Kalrifikasi

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : MnunuTangguda

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan umum pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 Desa isimu Raya Kecamatan Tibawa terus di proses oleh Badan Pengawasan Pemilihan (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo.

Dugaan pelanggaran pemilu yang diduga melibatkan kader partai politik yang berbeda masing-masing adalah SH dan LY ini dibilang cukup luar biasa.

Maka untuk membuka tabir dugaan keterlibatan keduanya, Bawaslu sore kemarin sekitar pukul 15:30 mengundang LY untuk dimintai Klarifikasi, terkait kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Dan hari ini (8/5/19) akan mengundang klarifikasi SH yang kedua kalinya.

Usai di mintai klarifikasi LY alias Lola lewat Kuasa hukum-nya Frengki Kasim mengungkapkan, bahwa pihaknya walaupun cukup kaget, atas keterlibatan dalam pelanggaran pemilu namun akan Koperatif.

"Untuk undangan ini, kami koperatif dan ibu LY di undang memberikan klarifikasi, terkait dugaan pelanggaran pemilu. Namun dari semua pertanyaan yang di tanyakan oleh Bawaslu, LY menjawab bahwa beliau tidak mengetahui dan kaget saja atas dugaan keterlibatanya dalam pelanggaran pemilu ini," ungkap Frengki Kasim

Usai meminta keterangan klarifikasi pada LY alias Lola, Anggota Bawaslu Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Moh. Fadjri Arsyad, S.Pd,MH tentang persoalan ini.

"Untuk ibu Lola, sesuai undangan yang sudah kami sampaikan,bahwa yang bersangkutan sudah diminta klarifikasi terkait dugaan tindak pidana pemilu money politik atau pembagian uang pada saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 Desa Isimu Raya," jelas Moh. Fadjri Arsyad

Maka kurang lebih, ada lima belas pertanyaan yang di tanyakan ke LY kemarin selasa (7/4). Dan hari ini rabu (8/4) akan di panggil klarifikasi pada SH.

"Proses ini akan terus kami lakukan, karena belum semua yang dimintai keterangan termasuk SH alias Sahmid, yang Insya Allah hari ini untuk panggilan ke dua kalinya," ujar Moh. Fadjri Arsyad.

Walaupun tidak hadir sekalipun saksi yang diduga mengetahui saudara SD alias Sumitro, tidak akan menghambat proses yang sementara dijalani, bahkan tidak hadir dianggap membenarkan apa yang terjadi.

" Dan saat ini saksi yang belum di minta keterangan tinggal saudara SD alias Sumitro, dan sampai saat ini sudah dua kali juga kami undang belum juga hadir, memang kami tidak bisa memaksa. Tapi dalam penanganan pelanggaran pemilu, jika sudah dua kali secara administrasi kita undang dan tidak hadir pada undangan klarifikasi itu. Justru ketidak hadirin yang bersangkutan, berarti membenarkan peristiwa yang terjadi di lapangan, bahkan tidak ada lagi istilah kadaluarsa untuk yang tidak memberikan keterangan. Dalam Sentra Gakkumdu, saat menangani pelanggaran pemilu ada pemberlakuan absentia untuk penanganan sebuah pelanggaran,”tegas Moh. Fadjri Arsyad.***