Sering Laporkan NDH Adalah Tanda-tanda Kekalahan Lawan, Rusli: Biasa Jo So Pernah Le

Sering Laporkan NDH Adalah Tanda-tanda Kekalahan Lawan, Rusli: Biasa Jo So Pernah Le

GOSULUT.ID - Perjalanan pasangan Nelson-Hendra dalam menghadapi Pilkada banyak mengalami ujian dan hambatan, seperti laporan ke Bawaslu terkait mutasi. Dan kemudian bantuan perikanan serta jejajah wisata. Namun hasil Pleno KPU Kabupaten Gorontalo (Kabgor) hal tersebut tidak terbukti.

Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie, apa yang dilakukan oleh pihak lain terhadap NDH merupakan tanda-tanda kekalahan bagi lawan.

"Itulah tanda-tanda kekalahan, seperti pertandingan bola, setelah diberi diperpanjang waktu 2 X 15 menit, sudah bukan main bola lagi tapi sudah mencederai pemain," ungkapnya di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Minggu (25/10/2020).

Ia mengatakan, apa yang yang saat ini alami oleh NDH pernah dirasakannya. Dimana dirinya dilaporkan ke Bawaslu namun pada akhirnya tidak terbukti.

"Apa yang dilakukan terhadap pasangan kami pernah juga saya rasakan, jadi seperti istilah orang saat ini, Biasa Jo So Pernah Le," katanya.

Rusli menegaskan, Partai Golkar akan siap menanggapi bila ada laporan-laporan terkait pasangan NDH. Bila ada aduan tersebut akan siap dilawan, namun jika tidak fakta dan bukti akan siap dituntut balik.

"Karena ini sudah mencemarkan nama baik dan telah membuat pribadi orang atau kelompok tidak merasa nyaman dan sangat merugikan," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi Pilkada di tiga daerah, kami telah siap dengan tim hukum yang lengkap.

"Tim hukum kami siap mendampingi pasangan calon. Seperti di rekomendasikan Bawaslu Kabupaten Gorontalo, namun ternyata dalam hasil pleno KPU tidak terbukti. Maka kami akan tuntut balik," ujar Rusli.

Menurutnya, langkah yang ditempuh ini supaya menjadi pelajaran bagi siapa saja, agar tidak sembarangan melapor.

"Kita tidak mencari- cari keselahan orang, tapi ketika ada kita akan lawan," tegasnya.

Editor: Harso Utiarahman