Sekda Hadijah U.Tayeb : Harap Kelompok Lamuta Masuk Tiga Besar

Sekda Hadijah U.Tayeb :  Harap Kelompok Lamuta Masuk Tiga Besar

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

www.gosulut.id -Limboto- Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Ir. Hadijah U. Tayeb. MM membuka Panen bersama Padi Organik dan Penelian Lomba Tahap II Klaster Beras Championship 2019 Bank Indonesia pada Kelompok Tani Lamuta III Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat, rabu (14/08).

Turut dihadiri. Asisten II Drs, Asri Tuna, Sekertaris Dinas Pertanian bersama jajaran, OPD terkait,  Asisten Direktur BI Gunawan Purbowo, Tim Penilai Dr. Abdul. Rovik, Camat dan Kades Hutabohu, kegiatan yang berlangsung di di Kediaman Arifin Thalib selaku Ketua Kelompok Tani Lamuta III Desab Hutabohu, diawali dengan panen bersama padi organik.

Asisten Direktur BI Perwakilan Provinsi Gorontalo Gunawan Purbowo menjelaskan, apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Gorontalo serta seluruh stekholder yang hadir, atas dukungan yang diberikan ini, tentu kami berharap kegiatan penialain memperoleh hasil yang maksimal.

Dalam kesempatan itu, Dr. Abdul. Rovik selaku Dewan juri mengatakan, Penelian Lomba Tahap II Klaster Beras Championship 2019 di adakan semejak tahun 2015, 2017 dan 2019 tahap pertama seleksi administrasi kurang lebih dari 100 klaster diusulkan oleh Bank Indonesia.

”Selanjutnya untuk tahap II ini sekitar 47 yang lolos tahap ke II, kemudian nanti ada sekitar 12-15 yang akan dipilih tahap ke III akan melibatkan Kementrian Pertanian, Bank Indonesia serta Lembaga Internasional lebih terkait program sangat bagus namanya, lomba itu tentu ada persaingan dengan kelompok lain”, ungkap Dr. Abdul. Rovik.

Sekda Hadijah U. Tayeb dalam sambutanya mengatakan, Alhamdulilah Kabupaten Gorontalo itu mempunyai kelompok Lamuta III Desa hutabohu masuk dalam perlombaan Klaster Beras Championship 2019 yang sekarang ini masuk pada 12 besar.

”Tentu Pemerintah daerah terus memberikan sport pada kelompok Lamuta III dan mudah – mudahan bisa masuk dalam 3 besar yang akan mendapatkan reword dari Pemerintah Pusat,” ujar Hadijah U. Tayeb.***