"Robin Bilondatu", Diduga Lakukan Kesaksian Palsu di Bawaslu Kabgor, Iptu Mohammad Nauval Seno : Membenarkan Laporan Itu

"Robin Bilondatu", Diduga Lakukan Kesaksian Palsu di Bawaslu Kabgor, Iptu Mohammad Nauval Seno : Membenarkan Laporan Itu

GOSULUT.ID - Diduga memberikan kesaksian palsu di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Robin Bilondatu pelapor calon Bupati Gorontalo petahana, Nelson Pomalingo, dilaporkan ke Polres Gorontalo, Rabu 14/10/2020.

Anggota tim pemenangan Nelson Pomalingo – Hendra Hemeto (NDH), Meys Irafanto J. Kiraman mengatakan, pihaknya meyakini jika saudara Robin Bilondatu diduga telah memberikan keterangan palsu tentang  pemberian bantuan di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gorontalo.

“Yang sejatinya pemberitaan itu sudah diketahui oleh saudara Robin Bilondatu pada tanggal 18 September 2020. Dari keterangan beliau saat diwawancarai para wartawan ketika di KPU, beliau mengaku baru mengetahui pemberitaan itu pada tanggal 30 September 2020,” jelas Meys.

“Setelah dikaji dan dianggap oleh beliau ini sudah memenuhi syarat unsur, maka dilaporkan jenis pelanggaran itu pada tanggal 1 Oktober 2020 ke Bawaslu Kabupaten Gorontalo,” sambung Meys.

Padahal kata Meys, pada tanggal 18 September 2020 terlapor Robin Bilondatu telah menanggapi sebuah link berita media online disalah satu grup WhatsApp terkait persoalan penyerahan bantuan tersebut.

“Dikomentari disitu (grup whatsapp_red) nanti akan kita buktikan apakah ini memenuhi syarat atau tidak, jadi ada jejak digitalnya,” ucap Meys.

Meys menduga, pengakuan Robin Bilondatu ke Bawaslu bahwa dia mengetahui kejadian itu pada tanggal 30 September, kemungkinan yang bersangkutan sudah mempelajari pasal yang akan disangkakan kepada Cabup petahana Nelson Pomalingo.

atas pemberian keterangan palsu tersebut calon Bupati Nelson Pomalingo merasa dirugikan. Karena dari hasil keterangannya Bawaslu mengeluarkan rekomendasi pelanggaran administrasi Pemilu yang diduga dilakukan oleh Cabup Nelson Pomalingo ke KPU Kabupaten Gorontalo.

“Kalau tidak salah pasal Perbawaslu nomor 8 tahun 2020 pasal 2 ayat 4, tentang masa jenjang 7 hari sejak diketahui. Jadi jika mengaku diketahui tanggal 18 September, maka laporan itu sudah tidak memenuhi atau sudah kadaluarsa. Sehingga ini yang kami nilai janggal,” pungkas Meys.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno membenarkan laporan tersebut dan segera menindak lanjutinya.

“Ya sudah diterima laporannya semalam. Kami lakukan penyelidikan terkait laporan tersebut,” terang Nauval via WhatsApp, Kamis 15/10/2020.***

Editor : Alwin Ibrahim