Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD Kabupaten Gorontalo, Tolak Revisi UU KPK Dan Revisi KUHP Serta Turunkan Jokowi 

Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD Kabupaten Gorontalo, Tolak Revisi UU KPK Dan Revisi KUHP Serta Turunkan Jokowi 

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Asis Kohongia 

GOSULUT.ID - Limboto - Ribuan mahasiswa dua perguruan tinggi swasta, yaitu Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Universitas Gorontalo, menggelar aksi demo tolak pengesahanan UU KPK dan revisi KUHP di gedung DPRD, selasa (25/9).

Mengawali aksinya di depan Kampus Universitas Gorontalo, kemudian massa mulai bergerak sekitar pukul 10:00 Wita dengan berorasi di bawah pakaya tower dan depan gedung DPRD.

Selanjutnya, massa memaksa masuk ke dalam ruangan dan menguasai ruang sidang paripurna guna menyampaikan aspirasinya.

Masa aksi juga, dalam orasinya meminta turunkan Presiden Joko Widodo sambil membawa bantal yang di kafani bertuliskan Jokowi.

" Pertama kami datang menyampaikan suara rakyat, tolak UU KPK dan revisi KUHP. Kedua meminta secara tertulis pernyataan sikap DPRD untuk menolak seluruh revisi yang dibuat DPR RI dan meminta Presiden Jokowi turun dari jabatan, " tegas Nurdin Wajipalu, koordinator BEM se Provinsi Gorontalo.

Menyambung pernyataan Ismail, Jefri Polinggapo, salah satu orator massa aksi menyampaikan memprotes rencana pemerintahan Jokowi dan DPR mengesahkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU).

"Jokowi telah menodai kepercayaan rakyar, Jokowi harus turun dari jabatan Presiden, Jokowi penghianat bangsa,"ujar Jefri Polingapo saat menggelar sidang rakyat bersama anggota DPRD.

Hingga sekitar pukul 12:54 Wita, massa  aksi mahasiswa terus berdatangan menuju gedung DPRD dan bertambah banyak. Dii akhiri dengan sidang mosi tidak percaya terhadap Anggota DPRD, kemudian masa aksi membubarkan diri dengan tertib menuju titik aksi berikutnya.***