Reses di Pentadio Timur, Adnan Turut Bagikan Bantuan NKRI Peduli

Reses di Pentadio Timur, Adnan Turut Bagikan Bantuan NKRI Peduli

GOSULUT.ID - Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo selain mengevaluasi dan memonitoring berbagai kebijakan program dan kegiatan pemerintah juga terjun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan langsung aspirasi khususnya didaerah pemilihannya di Kabupaten Gorontalo.

Hal ini seperti yang dilakukan aleg asal PKS dengan bertatap muka dan berdialog dengan warga yang berada di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga, Jumat (20/11/2020).

"Kegiatan saya ini merupakan agenda reses pada masa persidangan pertama tahun 2020-2021" ujarnya kepada gosulut.id

Lebih lanjut dikatakan, reses merupakan wujud tanggung jawab dirinya selaku anggota DPRD yang dilaksanakan tiga kali dalam setiap tahunnya dengan mendatangi masyarakat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan masukan.

"Sebagai wakil rakyat tentu kami menjadi jembatan aspirasi bagi mereka untuk ditindak lanjuti ke pemerintah, tentu kita akan pilah mana yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi," sambung Adnan.

Pada kesempatan itu anggota Komisi 4 yang membidangi IPTEK dan Kesejahteraan Sosial ini turut meminta kepada masyarakat Pentadio Timur agar tetap tabah dalam menghadapi masa pandemi sambil berdoa agar wabah covid-19 bisa segera berlalu dari Provinsi Gorontalo.

"Tetap kita beraktifitas sebagaimana biasa tapi tetap patuh pada protokol kesehatan, tetap pakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan lingkungan, mudah-mudahan wabah ini bisa segera berakhir," terangnya.

Diakhir acara mantan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo ini turut berbagi dengan masyarakat melalui 150 paket bantuan NKRI Peduli khususnya kepada warga yang membutuhkan.

"Bantuan ini merupakan wujud kepedulian DPRD provinsi dan Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada masyarakat. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya, setidaknya paket bisa sedikit meringankan warga khususnya yang sedang kesulitan," tandasnya.

Editor: Harso Utiarahman