Rapat Kerja Gabungan Komisi Lahirkan Kesimpulan

Rapat Kerja Gabungan Komisi Lahirkan Kesimpulan

GoSulut.Id – Limboto - Rapat kerja gabungan komisi DPRD Kabupaten Gorontalo yang bertujuan melalukan perbaikan sistim pengelolaan pasar yang hari ini terus berpolimik dan tak kunjung selesai.

Dalam kegiatan itu di pimpin langsung oleh Ketua Komisi II Adnan Entengo, di hadiri oleh Asisten II selaku  Plt Kadis Koperasi, Kepala Badan Keuangan Manaf Dungio dan Kabag Hukum dan pengelola pasar limboto Iwan Gobel, senin (14/1)

Dalam kesempatan itu Ketua Komisi II  mempersilahkan pada Plt Kadis Koperasi Kabupaten Gorontalo Sumanti Maku untuk menyampaikan segala bentuk polimik yang terjadi di Pasar Kayubulan Limboto.

Asisten II yang juga sebagai Plt Kadis Koperasi Kabupaten Gorontalo mengatakan setelah mengecek segala polimik yang terjadi di Pasar Tradisional Kayubulan Limboto, persoalannya setelah di cek apa yang menjadi sumber masalah, ternyata masalah-nya mengenai lapak dan lainnya. Dan mengenai pengelola pasar tradisonal  yang ada di Kabupaten Gorontalo secara keseluruhan sudah selesai batas waktu sampai 31 Desember 2018.

Berbeda lagi dengan penyampayan Kepala Badan Keuangan Kabupaten Gorontalo Manaf Dungio terkait target pengelola pasar sesuai kontrak yang telah di sepakati tidak mencapai harapan kita semua, sebab tak mencapai target.

Hal senada di sampaikan oleh Ariyanto Banteng  mewakili Kabag Hukum Setda Kabupaten Gorontalo mengatakan, pengelolaan pasar kedepan harus melalui tender dan segala bentuk tunga-kan bagi para pengelola pasar harus di penuhi, sebab hal itu sudah menjadi kesepakatan yang tertuang dalam kontrak.

Dalam kesimpulan-nya rapat gabungan kerja Komisi DPRD Kabupaten Gorontalo mendorong pemerintah daerah, segera melakukan perbaikan tata kelola pasar yang di sesuaikan dengan perundang undangan berlaku, kemudian pengelolaan pasar tradisional kayubulan sudah di dalamnya pasar shoping limboto. Berikut-nya wewenang pengelolaan serta target capayan harus jelas dan DPRD mendorong perda pengelolaan pasar di percepat, ungkap Ketua Komisi II Adnan Entengo. (Mnt-kolonglangit)