Rancang Perda Narkoba, Dekot Bitung Belajar Ke Deprov Gorontalo

Rancang Perda Narkoba, Dekot Bitung Belajar Ke Deprov Gorontalo

GOSULUT.ID - Panitia Khusus (Pansus) Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Narkoba DPRD Kota Bitung melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (06/10/2020).

Kunjungan ini dalam rangka mendapat penjelasan langsung dari DPRD Provinsi terkait Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang pencegahan pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba.

"Karena saat ini mereka (dprd Bitung) dan pemerintah kota bitung sedang menyusun dan merancang perda narkoba sebagaimana perintah Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang kewenangan pemerintah daerah terkait pencegahan dan penyalahgunaan narkoba," ujar Sofyan Puhi.

Lebih lanjut dikatakan, banyak hal yang didiskusikan, dibahas dan ditanya soal perda narkoba seperti sharing soal materi dari isi perda dan ruang lingkup.

"Juga ditanyakan bagaimana pencegahan, partisipasi masyarakat, juga soal Badan Narkotika dan sinergitas dengan pihak kepolisian, serta penggunaan anggaran,"tandas Aleg asal Partai Nasdem ini.

Ketua pansus Narkoba DPRD Kota Bitung Ramlan Ifran menyampaikan, dipilihnya Provinsi Gorontalo sebagai tujuan sharing dalam pembentukan Perda terkait karena disulawesi baru Makassar dan Gorontalo yang telah membuat perda tersebut.

"Intinya kami ingin belajar diprovinsi Gorontalo, sebagai daerah yang telah memiliki perda narkoba. Banyak hal yang telah disampaikan dari para anggota DPRD Provinsi Gorontalo seperti dari data dan perkembangan dari penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Ia menambahkan, pentingnya perda tersebut karena Bitung sebagai pintu gerbang dari Provinsi Sulawesi Utara yang daerahnya didiami banyak etnis serta pendatang.

"Data penyalahgunaan narkoba tahun dari 2018 ke 2019 mengalami peningkatan 100 kasus. Kami ingin menyelematkan generasi muda Kota Bitung, olehnya kami datang ke Gorontalo sebagai provinsi yang telah melahirkan perda sebagai komitmen untuk pencegahan pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba," tandasnya.

Editor: Harso Utiarahman