Proyek Fiktif Mengadu Di DPRD, Syam T Ase : Kinerja Bank SulutGo Di Pertanyakan

Proyek Fiktif Mengadu Di DPRD, Syam T Ase : Kinerja  Bank SulutGo Di Pertanyakan

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Direktur Utama PT. Alfacia Berkat Abadi Allen Rantebua menyurati  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo, sabtu (15/06).

Surat tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait proyek fiktif pengendali Banjir Sungai Tangkobu di Kecamatan Bilato dengan nilai anggaran, yang tertera dalam kontrak sebesar Rp 10.212.168.000 pada BPBD Kabupaten Gorontalo dengan progres pekerjaan mencapai bobot 55,125%.

”Tujuan kami menyurati DPRD untuk mengaspirasikan pencairan yang sampai sekarang belum bisa terealisasi. Dalam hal ini, perlu ada kebijaksanaan pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat, agar dapat membantu mencarikan dan memberikan solusi pada pekerjaan yang telah dilaksanakan,” kata  Allen Rantebua dalam surat yang ditujukan ke DPRD.

Menanggapi surat PT. Alfacia Berkat Abadi, anggota DPRD, Syam T Ase menegaskan pihaknya akan menindak lanjuti dengan menelusuri siapa dalang dibalik pekerjaan proyek fiktif tersebut.

”Ini suratnya, baru kami terima dari Ketua DPRD, Sahmid Hemu, nah segera akan dirapatkan melalui internal komisi,” tegas Sam di kantor DPRD, senin (18/6/).

Selain menerima surat aspirasi, pihak Komisi III DPRD, menerima dua dokumen sebagai bukti dari realisasi pekerjaan proyek.

Munurut Sam T Ase, ada kemungkinan keterlibatan aparat sipil negara (ASN) dalam kasus itu.

”Dapat di lihat dari dokumen itu, sama persis dengan yang asli, ini dibuat secara sistematis dan massif,”Sambungnya.

Dengan tudingan, bahwa DPRD terkesan mencari-cari kesalahan bank, karena telah mencairkan uang Rp. 2 Milyar dengan SPK palsu.

”Pihak-nya sama sekali tidak pernah berniat seperti itu. Guna mencari-cari kesalahan bank, tapi jika ditelusuri secara mendalam, ini termasuk dalam kategori kasus per-bankan,” urai Syam T Ase.

Bagaimana cara tim verifikasi bank menyetujui pencairan dana sebesar 2 miliar rupiah, yang diajukan oleh pemohon yang hanya bermodalkan SPK (surat perintah kerja) diragukan kebenarannya.

”Bagaimana bisa pihak Bank SulutGo tidak memverifikasikan proyek itu ke BPBD, justru malah hanya ke kantor Satker yang letaknya berseberangan dengan kantor BPBD itu sendiri,”ujar Syam T Ase.

Untuk itu, LembagaTerhormat DPRD akan menelusuri dan mengungkap kasus dugaan penipuan proyek fiktif tersebut, sampai tuntas.***