Prihatin Honorer Bakal Dihapus, Ini Opsi Pemkot Gorontalo

Prihatin Honorer Bakal Dihapus, Ini Opsi Pemkot Gorontalo

GOSULUT.ID - Sesuai dengan salah satu isi dari Surat Edaran Menpan RB Nomor B/185/M.SM.02.03/2022, di tahun 2023 mendatang, tenaga honorer pada instansi pemerintahan bakal dihapus.

Hal ini tertuang dalam pernyataan "Menghapuskan jenis kepegawaian selain PNS dan PPPK di lingkungan instansi masing-masing dan tidak melakukan perekrutan non-ASN".
  
Atas adanya edaran tersebut, Wali Kota Marten Taha turut prihatin pada nasib honorer Kota Gorontalo ke depan.

"Kita akan perjuangkan semaksimal mungkin. Kalau mau diterapkan sekarang, sulit sekali," tuturnya, Kamis (23/6/2022).

Tenaga honorer ini kata Marten, sebagian besar menempati dan melakukan tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan PNS.

"Ya ini karena kita kekurangan tenaga kerja. Bayangkan honorer di Kota Gorotalo ini 2000-an loh," jelasnya.

Jika honorer dihapus, tambah Marten, maka otomatis angka pengangguran di Gorontalo, akan semakin bertambah banyak.

Lanjutnya, Pemkot Gorontalo melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), akan terus memperjuangkan nasib honorer menuju penghapusan 2023 mendatang, agar bisa ditunda atau dibatalkan dahulu.

"Kalaupun secara terpaksa, kita ada opsi-opsi lain. Misalnya outsourcing. Ini artinya kita pemerintah, akan memperkerjakan mereka atau tenaga kontrak berdasarkan sistem kerja antara pemberi dan penerima pekerjaan," pungkasnya.