Polsek Kabaruan Serahkan Pelaku Pemerkosaan Dan Pelaku KDRT Ke Kejari Kepulauan Talaud

Polsek Kabaruan Serahkan Pelaku Pemerkosaan Dan Pelaku KDRT Ke Kejari Kepulauan Talaud

Penyerahan tersangka pemerkosaan dan tersangka KDRT oleh Polsek Kabaruan ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD - Setelah melakukan proses Penyidikan, Kepolisian Resort Kepulauan Talaud, melalui Unit Reskrim Polsek Kabaruan menyerahkan tersangka tindak pidana pemerkosaan dan tersangka tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud untuk dapat di sidangkan. Jumat,(10/7/2020)

"Penyerahanan tersangka beserta barang bukti ini dilakukan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud dan diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ivan Barmuli.SH," Ucap Kapolsek Kabaruan, AKP. Ferry Padama.

"Kedua tersangka tindak pidana ini yakni, DL alias Denri (26) tersangka tindak pidana pemerkosaan, yang melanggar pasal 285 KUHPidana sub pasal 286 KUHPidana, dan WBM alias Winston (36) tersangka tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melanggar Pasal 44 ayat 3 UURI No. 23 Tahun 2004 Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP subs Pasal 45 ayat (1) UU RI No.23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," tambah Padama.

Kapolsek Kabaruan melalui Kanit Reskrim, Bripka. Oktavianus Borotoding,SH menuturkan kronologis kejadian dari kasus pemerkosaan tersebut. "Untuk tindak pidana pemerkosaan dengan tersangka DL Alias Denri (26) terjadi pada hari sabtu, (09/5/2020) sekitar pukul 23.30 wita," ungkap Borotoding.

Borotoding pun menjelaskan, kejadian itu bermula saat itu tersangka bersama - sama dengan suami korban di mangaran, korban yang berinisial jingga (22) menelpon suaminya, namun karena HP suami korban tidak aktif lalu korban menelpon tersangka untuk menanyakan keberadaan suami korban. Saat itu timbulah niat tersangka untuk datang kerumah korban yang sedang sendirian di rumahnya.

Dan ternyata tersangka memang sudah menaruh hati kepada korban namun, korban hanya menganggap tersangka sebagai teman atau keluarga, karena tersangka dan suami korban memang masih keluarga dekat. Sekira pukul 22.00 wita tersangka pergi secara diam- diam kerumah korban di desa Damau, dan tanpa menaruh curiga, Korban mempersilahkan tersangka masuk kedalam rumah. Tak diduga korban, tiba - tiba tersangka secara paksa memeluk dan mencium korban dan juga sempat mengancam korban akan membunuh korban.

Tak sampai disitu, tersangka yang sudah dikuasai "nafsu birahi", langsung menarik korban masuk kedalam kamar, dimana di dalam kamar tersebut ada anak korban yang sedang tidur. Karena takut, jangan sampai tersangka yang sudah nekat ini, berbuat lebih terhadap anaknya, korban pun pasrah dan tidak bisa berbuat apa - apa disaat tersangka menarik paksa celana korban dan menyetubuhinya,

"Saat ini kedua tersangka telah diserahkan ke JPU dan dilanjutkan dengan pengawalan Tahanan ke Lapas Lirung," pungkas Baratoding.