PKK Kabupaten Gorontalo Tampilkan Cara Penanganan Penurunan Stunting

PKK Kabupaten Gorontalo Tampilkan Cara Penanganan Penurunan Stunting

Laporan Wartawan WWW.GOSULUUT.ID

Editor : Ifan Ceper

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, turut mengambil peran mendukung pemerintah untuk menurunkan angka stunting di daerah.

Dalam rangka kontribusi itu, Tim penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, beroleh penghargaan dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Untuk menampilkan pasar info penanganan percepatan penurunan stunting pada kegiatan Destiminasi Produk Pengetahuan Advokasi Penanggulangan Kemiskinan di daerah. Dengan tema arah kebijakan dan stategis penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo, selasa (30/04) di Hotel Luwansa, Jakarta.

Ketua Tim Penggerak PKK Dr. Fory Armin Naway menjelaskan, Dalam rangka menurunkan Stunting. TP-PKK Kabupaten Gorontalo, semenjak 2018 menuangkan program secara terintegrasi dengan puskesmas kecamatan dan desa serta dasa wisma.

”Program penurunan stunting terintegrasi dengan program nasional, yakni gerakan pos gizi yang dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Dal hal ini, terdapat 7 kecamatan yang tertinggi stunting dan 2 kecamatan diantaranya menjadi perhathian PKK dan 5 kecamatan lainnya sudah tersentuh dengan kebijakan yang lebih spesifik,” kata Fory Naway

Program yang menjadi fokus intervensi penurunan stunting, ada pada Pokja 3 yang secara berkelanjutan mendirikan Pos Gizi yang juga dilengkapi dengan lumbung Gizi.

Lumbung gizi ini adalah kolaborasi dari berbagai elemen termasuk masyarakat yang memiliki kemampuan. Misalnya mereka yang memiliki usaha peternakan untuk membantu pemenuhan protein hewani bagi upaya penurunan Stunting.

Kemudian, masih kata Fory Naway, Gerakan PKK selanjutnya, bagaimana merubah mindset masyarakat, untuk tidak selalu berbelanja ke pasar. Namun bisa memperolehnya di lingkungan sekitar, misalnya dengan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman dapur umum ,sayur-sayuran dan tanaman adat lainnya.

”Jadi seluruh pekarangan itu wajib ada tanaman sayur-sayuran, sebagai asupan gizi. Nantin-nya Tim PKK Kabupaten Gorontalo memediasi untuk minta benih dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian,” jelas Fory Naway.

Selain itu, di belakang rumah masyarakat, diharapkan terdapat kolam ikan, minimal seukuran tanah yang tersedia.

”Dan bisa di kerjasama-kan dengan Dinas Perikanan, guna mendapatkan benih bibit ikan,”ungkap Fory Naway.

Guna memenuhi ketersedian telur dan daging ayam. Ketua PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway, berharap setiap 5 rumah menyediakan satu kandang ayam dan setiap dasa wisama sebagai koordinatornya, sehingga azas manfaatnya, ketika panen telur dan ayamnya bisa dijual serta dibagi bersama untuk pemenuhan gizi keluarga,”ujar Fory Naway.

Program lain adalah Gerakan Masyarakat Penurunan Stunting (Gema Penting) dan pedoman standar pelayanan sosial dasar bidang kesehatan, gizi dan sanitasi untuk penanggulangan stunting di desa.

”Di fokuskan pada ibu hamil, melahirkan dan bayi dibawah dua tahun. Selanjunya pedoman itu didukung oleh suatu panduan untuk melakukan integrasi standar dalam pelayanan sosial, sebagai dasar proses perencanaan dan penganggaran di desa,”jelas Fory Naway. Program ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam rangka penurunan balita stunting yang dilakukan melalui pencegahan dan penanganan pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari ibu hamil sampai balita berumur 2 tahun," ucap Fory Armin Naway.

Gerakan masyarakat penurunan stunting ini dilakukan di pos gizi dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi. Pos gizi adalah kegiatan sekolah singkat selama 12 hari, bagi ibu balita dan ibu hamil dalam rangka membagikan pengetahuan pada ibu balita dan ibu hamil yang dipandu oleh kader gizi, tim penggerak PKK desa, bidan desa dan petugas gizi Puskesmas.

"Secara organisasi kami mendukung Program Gema Penting, bahkan mengajak masyarakat, khsusunya para ibu dan seluruh jajaran PKK untuk mengambil bagian dan peran dalam menurunkan stunting di Kabupaten Gorontalo,"ajak Ketua Tim PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Armin Naway.***