PKK Kabgor Bersama MPTT-I  

PKK Kabgor Bersama MPTT-I  

GOSULUT.ID - Diantara sibuknya kegiatan para ibu ibu, sudah pasti akan mengalami suatu keadaan jenuh, kesal, bosan, dan ahirnya galau (stres) ditambah lagi dengan tugas kenegaraan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Yang menuntut agar kinerjanya harus sesuai aturan tanpa meninggalkan kewajiban sebagai istri, dan juga sebagai hamba Allah, dan umat Nabi SAW.

Untuk itu, muncullah suatu gagasan dan terobosan dilakukan Ketua PKK Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Dr. Fory Naway untuk bersama Majelis Pengakajian  Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I), guna menyeimbangkan kepentingan dunia dan akhirat dalam kehidupan sehari hari.

Yang langsung dihadiri oleh Camat Limboto bersama ibu, Sekjend MPTT Indonesia Timur Abi Noval Djafar selaku MC/Moderator, Pimpinan/Wali Nangro MPTT-I Prov Gorontalo KH.Dr Hamdan Ladiku, MH, Wali Nangro Kabgor H.Sukri moonti SH.MH, Wali Mitra H Imran Kosoloy, Ust Ismail Datu, Ketua P2T Prov.Hj Femy Ripo S.Ag, Ketua P2T Kabgor Hj Hartati haridji SH.MH, dan beberapa Imam Masjid serta tokoh agama.

Dalam sambutannya Ketua PKK Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Dr.Fory Naway mengatakan, pentingnya kita semua dalam bertasawuf guna mencapai ketenangan, kenyamanan, kasih sayang dalam kehidupan sehari hari.

"Dengan demikian, semua kita bisa mendapat keseimbangan dalam membangun hubungan Hablunallah dan Habluminnas," ujarnya.

Dalam kesempatan ini pakar dewan guru MPTT-I Abuya Syekh H Amran Wali Al-Khalidy, dan juga sebagai Pimpinan PP Manzilissalikin Sulawesi mengungkapkan, bahwa  ajaran Ihsan sebagai rukun agama yang ke tiga, Ihsan untuk menyempurnakan Islam dan iman. Islam amalan Zahir, Iman keyakinan kita kepada Allah, Ihsan perasaan hadir hati pada Allah yang kita yakini dalam melakukan ibadah dan kehidupan sehari hari.

"Sehingga kita selalu dekat dengan Allah (tidak terhijab keberadaan Allah dengan alam dan diri kita). Akhirnya kita dapat bermarifat pada Allah yang bersih dari syirik jali & syirik khofi karena telah masuk cahaya ketauhidan kedalam batin," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan berbagai pertanyaan terkait persepsi yang beredar dalam kalangan masyarakat awam, bahwa Tasawuf Bid'ah serta belum saatnya di ajarkan kepada orang awam. 

Namun dalam pantauan GOSULUT.ID dilokasi kegiatan,  semuanya dijawab secara singkat padat dan jelas. Dan menggunakan bahasa yang bisa di terima, sehingga membuat para jamaah betah dan tertarik.

Bahkan acara yang biasa selesai waktu Magrib ini berlanjut dengan pembacaan Yasin Fadillah. Serta selesai Isya lanjut dengan kajian serta interaktif yang dikemas dengan diskusi santai penuh kekeluargaan dan apa adanya.

Maka dalam kegiatan ini pihak pelaksana membatasi jumlah peserta, dan tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes).***