Penjualan Aset Setya Novanto di Cipete, KPK Tunggu Info

Penjualan Aset Setya Novanto di Cipete,  KPK Tunggu Info
Penjualan Aset Setya Novanto di Cipete,  KPK Tunggu Info

GOSULUT.ID - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menunggu penjualan aset milik mantan Ketua DPR Setya Novanto berupa rumah dan tanah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Penjualan aset tersebut, adalah salah satu bagian dari proses pengembalian uang kepada negara oleh Novanto terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

KPK melalui Juru Bicara  Febri Diansyah mengatakan, bahwa belum adanya informasi lebih lanjut soal penjualan aset tersebut.

"Ada satu aset lagi yang disampaikan oleh istri Setya Novanto yang akan dijual, yaitu rumah dan tanah di Cipete. Namun, hingga sampai saat ini belum ada lagi info mengenai rumah tersebut apakah sudah laku dijual, " ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018),  kemarin. 

"Kalaupun sudah terjual, dana tersebut akan dibayarkan sebagai uang pengganti dalam kasus Setnov," kata Febri.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Setya Novanto sudah menyanggupi akan melunasi uang pengganti sebesar 7,3 juta dollar Amerika Serikat.  Dana tersebut sudah dikurangi Rp 5 miliar yang terlebih dulu telah dititipkan kepada penyidik saat persidangan. Menurut Febri,  pembayaran sisa uang pengganti tersebut dilakukan bertahap.

Febri juga menambahkan, bahwa cicilan pembayaran ganti rugi oleh Novanto kepada negara telah dilakukan beberapa kali,  antara lain :

- Cicilan pertama sebesar 100.000 dollar Amerika Serikat pada 20 Mei 2018.

- Pemindahbukuan dari rekening Setya Novanto di Bank Mandiri ke rekening KPK sekitar Rp 1,1 miliar pada 13 September 2018.

- Pada 19 Oktober 2018 terjadi pemindahbukuan lagi dari rekening Bank CIMB Niaga milik Setnov ke rekening KPK sebesar Rp 862 juta.

- Pembayaran yang baru-baru ini diterima oleh KPK adalah uang pengganti atas tanah Setnov di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp 6,4 miliar.


Terkait kasusul proyek e-KTP, Setya Novanto terbukti melakukan pidana korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Novanto sudah dijatuhi vonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik.

Jika menggunakan kurs rupiah pada  tahun 2010, totalnya sekitar Rp. 66 miliar.

Jika uang tersebut tidak dibayar setelah berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita atau dilelang.(GS)

( Ricky Octavian )