Penanggulangan Terorisme Melalui Kekuatan Kearifan Lokal

Penanggulangan Terorisme Melalui Kekuatan Kearifan Lokal

Laporan  Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Jaringan Berita SMSI

 

 

 

GoSulut.Id – Kota Gorontalo- Berbagai macam cara untuk melibatkan masyarakat dalam memerangi pengaruh Teroris di tanah air. Salah satunya dengan melibatkan masyarakat Pers Indonesia menulis terkait penanggulangan Terorisme dengan tema Kekuatan Kearifan Lokal Membendung Hoax Disrupsi Informasi.

Ketua Forum Koodinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo, Abdullah Hayati, melalui Kepala Bidang Media FKPT Provinsi Gorontalo, Romi Moge, M.PA menyelengarakan Lomba Karya Jurnalistik.  Kegiatan ini merupakan ajang perlombaan yang melibatkan seluruh awak media dan pers mahasiswa.

Kegiatan yang pesertanya adalah insan pers dan pers kampus di seluruh tanah air ini, diharapkan menjadi embrio perkembangan upaya penanggulangan terorisme , melalui tulisan yang kreatif dan inovatif.  Selain itu, kegiatan ini di harap-kan dapat meningkatkan animo masyarakat dalam memerangi terorisme secara bersama.

Lomba Karya Jurnalistik seperti demikian, sudah yang ketiga kalinya diadakan secara Nasional dengan melibatkan seluruh insan pers di daerah. Untuk Gorontalo sendiri, Romi Moge berharap, agar lomba karya jurnalistik ini dapat diikuti oleh seluruh insan Pers di Gorontalo.

“Kami sangat berharap,  insan Pers Gorontalo bisa mengikutinya dan berusaha bisa tembus 10 besar secara Nasional. Keterangan lebih lanjut, terkiat mekanisme lomba bisa mengakses melalui www.fkptcenter.or.id/dokumen. Sementara berkas kelengkapan lomba dapat dikirim melalui email : fkptcenter@gmail.com,” ungkap Romi Moge pada awak media dan menambahkan batas waktu pengiriman naskah paling lambat tanggal 31 Oktober 2019. 

Pemenang lomba ini akan diumumkan pada bulan Oktober oleh BNPT, melalui malam anugerah BNPT, dengan mengambil 10 besar karya terbaik. Malam anugerah karya tulis jurnalistik, kearifan lokal menjadi isu penting dalam penanggulangan terorisme.

“Akar masalah terorisme dan radikalisme di daerah tidak sama. Dan yang memahami betul masalah-nya yaitu masyarakat/insan pers di provinsi tersebut. Saat ini upaya memerangi terorisme dan radikalisme tidak selalu ‘hard approach’ dimana metodenya mengedepankan masyarakat untuk memerangi terorisme dan radikalisme, salah satu upayanya dengan lomba karya jurnalistik seperti ini,” kata Romi Moge diakhir keterangannya pada media.***