Pemeriksaan Barisan Oleh Ispektur Upacara Bupati Nelson Pomalingo

Pemeriksaan Barisan Oleh Ispektur Upacara Bupati Nelson Pomalingo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Olla Paputungan - Ifan Ceper

 

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ), satuan Perlindungan Masyarakat (satlinmas ) dan Pemadam Kebakaran (Damkar ) ini sudah terbukti dan sudah banyak dirasakan, baik dalam lingkup pemerintah, maupun partisipasinya ke masyarakat secara luas.

Untuk itu ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi- tingginya pada seluruh jajaran satpol PP dan linmas serta damkar.

"Semoga melalui peringatan ini semakin dapat memainkan perannya dalam mendukung jalannya pembangunan dan demi kenyamanan dan kelancaran pembangunan di masa mendatang," ungkap Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menjadi insfektur upacara HUT satpol PP Ke -69 dirangkaian dengan HUT Linmas ke 57 dan HUT damkar ke 100, Kamis (04/04/19) di Lapangan Sport Center Limboto.

Lebih lanjut Nelson Pomalingo menghimbau, sehubungan HUT Satpol PP ke- 69 dan HUT Satlinmas ke 57, hendaknya seluruh jajaran mengambil hikmah dari momentum ini. Dengan membaca ke belakang apa-apa saja yang harus deperbaiki untuk dilaksanakan di masa depan, supaya peran satpol PP dan Linmas dapat lebih ditingkatkan secara maksimal.

"Hal ini saya tekankan,karena tugas tanggungjawab dan tantangan akan lebih berat kedepan, khususnya dalam upaya kita menyiapkan diri mensukseskan agenda-agenda nasional, maupun agenda startegis penyelenggaraan daerah. Seperti kita ketahui bahwa ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, termasuk di dalamnya bidang perlindungan masyarakat yang meruapakan urusan wajib yang telah diserahkan ke daerah,” jelas Nelson Pomalingo.

Kepala daerah mempunyai peran yang sangat dominan dalam penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat melalui penegakan peraturan daerah.

”Maka dalam kesempatan ini juga, saya mengajak seluruh elemen senantiasa  melakukan pengawasan, pencegahan, penegakan serta sigap dalam menjaga ketertiban umum, agar berbagai masalah dan problema masyarakat yang berhubungan dengan ketertiban bisa diatasi dengan lebih baik kedepannya dan melakukan pembenahan serta mengatur kebijakan untuk kepentingan masyarakat, baik sekarang maupun masa yang akan datang.

”Oleh karena itu, dituntut adanya perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dari Polisi Pamong Praja dan Linmas. Serta mampu berkomunikasi dengan pejabat daerah, agar setiap keputusan dapat terorganisir dengan baik,” ungkapNelson Pomalingo.

Apabila tidak mampu melakukan hal yang sifatnya massal, maka harus berkoordinasi dengan kepolisian/TNI di daerah.

Nelson Pomalingo berharap, para Satpol PP dan Linmas hendaknya semakin profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugas di tengah - tengah masyarakat dalam menegakan peraturan daerah (Perda).

 

"Maksud saya profesioanl, bukan hanya menegakan aturan, namun lebih pada pendekatan di masyarakat, untuk memberi arahan dan pandangan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menegakan aturan yang sudah dibuat pemerintah. Sebagaimana amanat UU no.23 tahun 2014, saya mengintrusikan aparat satpol PP dan Linmas di Kabupaten Gorontalo secara terus menerus menegakan dan mengamankan peraturan daerah.

Berkaitan dengan tupoksi satpol PP dan Linmas, saya ingat-kan bahwa sebentar lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi.

"Seluruh jajaran Satpol PP dan Linmas untuk melaksanakan tugas dengan maksimal, terutama yang menjadi anggota pengamanan langsung yang bertugas di masing-masing TPS  untuk menjaga dan mengsukseskan pemilu aman," ujar NelsonPomalingo.

Sehubungan dengan HUT Pemadam Kebakaran ke 100 tahun 2019, Nelson Pomalingo mengingatkan, bahwa ada tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran dikenal dengan panca dharma, pencegahan dan pengendalian kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan dan pemberdayaan masyarakat serta penanganan kebakaran bahan berbahaya dan beracun.

Maka oleh karena itu, patutulah kita peringati pemadam kebakaran setiap tahun sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para petugas kebakaran yang dikenal sejak tahun 1919, telah memberi pelayanan pencegahan, pemadaman kebakaran dan penyelamatan terhadap korban kebakakaran dan bencana lainnya.

Disamping tugas pokok tersebut, petugas pemadam kebakaran selalu siaga 24 jam yang tidak mengenal hari libur, tapi selalu siap memadamkan kebakaran. Dengan  Motto "Pantang Pulang sebelum api padam Walaupun Nyawa Taruhannya " Tandas Nelson.***