"OTG", Irawan Huntoyungo : Penetapan 56 ASN Sembuh Virus Corona Tidak Boleh Sembarangan

"OTG", Irawan Huntoyungo : Penetapan 56 ASN Sembuh  Virus Corona  Tidak Boleh Sembarangan

GOSULUT.ID - dr. Irawan Huntoyungo yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo soroti indikator penetapan status sembuh 56 ASN Kabupaten Gorontalo.

Lewat kesehatan ini ketua IDI Kabupaten Gorontalo ini memaparkan beberapa indikator kesembuhan merupakan hal yang penting, maka penetapan status sembuh bagi para pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak boleh sembarangan.

Saat ditemui awak media di Rumah Sakit MM. Dunda Limboto, dr. Irawan menyampaikan, untuk Kabupaten Gorontalo pengidap covid-19 tanpa gejela tidak perlu menjalani swab test, maka dari itu indikator dan pengecekan rutin menjadi hal yang utama.

" Bagi pasien Covid-19 tanpa gejala memiliki prosedur penanganan yang berbeda dibandingkan dengan yang memiliki gejela, mereka yang terkonfirmasi tanpa gejala hanya dimintakan untuk melakukan isolasi mandiri selama kurun waktu 14 hari. Dan selama 14 hari dan tetap tanpa gejala maka pasien tersebut akan dinyatakan sembuh. Kesembuhannya pun harus dibuktikan dengan hasil pengecekan berkala dan dasar indikator yang jelas," ujarnnya (11/08/2020).

Menurut mantan Direktur Rumah Sakit MM. Dunda Limboto ini bahwa indikator kesembuhan benar-benar di perhatikan, walaupun sudah menjalankan isolasi mandiri.

“ Swab test hal yang paling sensitif, semua harus memiliki indikator yang jelas, dalam revisi 5 penanganan covid-19 jelas termuat, bahwa yang tanpa gejala melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan benar-benar dilakukan pemeriksaan rutin, indikatornya yang paling penting," ucap Irawan.

Oleh karena itu, penentapan kesembuhan pasien tanpa gejala tak boleh sembarangan dan asal-asalan, karena hal itu akan berakibat fatal pada lebarnya penyebaran pandemi virus corona. Dirinya juga mengingatkan, kepada mereka yang sudah dinyatakan sembuh untuk tetap selalu melakukan pemeriksaan dan tetap tidak membatasi diri. 

" Menurut saya, saya sempat kecewa dengan pasien yang terkonfirmasi positif namun tetap keluar dan berinteraksi dengan banyak orang, apalagi di tempat keramaian, " tegas Irawan.

Irawan, berharap setiap warga Gorontalo untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Terlebih pula bagi para anak muda yang terlihat tidak patuh dengan protokol kesehatan. Bagi IDI, anak muda memang tak mudah terserang covid-19, namun keluarga di rumah dan orang tua sangat rentan terserang.

" Sistem imun kita mungkin kuat, tapi orang lain bisa saja tidak, maka jangan sampai kita tanpa sadar menjadi penyebar virus ,"tuturnya.

Di tempat yang sama, dr. Johannes yang juga spesialis paru-paru di RS. Dunda Limboto menambahkan, para  pasien ASN Kabupaten Gorontalo yang sembuh tersebut sebisanya untuk tetap melakukan pengecekan berkala dan jika perlu secara mandiri melakukan test swab. 

" Karena orang tanpa gejala dan dinyatakan sembuh bisa saja masih menyimpan virus dalam dirinya. Orang tanpa gelaja sendiri, merupakan seorang yang terpapar virus corona namun dengan jumlah virus yang sedikit. Demikian pula penjelasakn dr. Irawan yang menjelaskan bahwa virus corona memiliki standar atau jumlah tertentu untuk bisa mempengaruhi kesehatan seseorang," tambahnya.

Swab test itu hanya mendeteksi adanya virus dalam tubuh manusia, bukan mematikan virus apa lagi bagi mereka yang tanpa gejala.

“Jadi kita tak bisa mengetahui virus ini mati atau tidak dalam tubuh manusia, swab test itu hanya menunjukan apakah virus itu ada atau tidak, bukan mati, maka orang tanpa gejala tersebut bisa saja masih membawa virus tapi karena sistem imunnya kuat bikin mereka menjadi kebal akan virus ,"tutup dr. Johannes.***

Editor : Alwin Ibrahim