Nelson : Selamat Datang Presiden Jokowi Di Gorontalo

Nelson : Selamat Datang Presiden Jokowi Di Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT,ID, Ifan Ceper

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo menyampaikan selamat datang Presiden RI Joko Widodo di Gorontalo.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), khsusunya di Kabupaten Gorontalo.

"Kita patut berbangga dan bergembira  bahwa kegiatan yang dilakukan Presiden RI, Joko Widodo di Provinsi Gorontalo, kegiatan-nya lebih banyak di daerah kita. Pertama, panen raya yang berada di dua daerah perbatasan Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara," Ucap Nelson Pomalingo.

Kedua, penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP ) dan ketiga, Insya Allah, Presiden Jokowi akan melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung Baiturahman Limboto.

"Kedatangan Presiden Jokowi, telah memberi semangat baru bagi kita semua, untuk terus membangun daerah ini, melalui apa yang telah kita lakukan di Kabupaten Gorontalo saat ini," Jelas Nelson Pomalingo.

Apalagi, pemerintah daerah banyak memiliki program yang akan kita komunukasikan,  sehingga mendapat dukungan dari pemerintah Pusat, khususnya departemen terkait.

Kedatangan Presiden Jokowi, sebagai moment sangat penting sekali dalam melakukan diskusi -diskusi, terkait dengan berbagai problema yang ada daerah

"Jokowi sebagai Presiden, Kami sebagai Bupati, tentu diskusi-nya seputaran situasi daerah dan pembangunan yang ada, serta apa saja yang harus mendapat perhatian pemerintah pusat kedepan,"Kata Nelson Pomalingo.

Tak lupa pula, Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo, menyampaikan terima kasih pada Presiden Joko Widodo, karena selama ini telah banyak membantu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo, demi keberlanjutan pembangunan, lebih khusus dengan adanya dana desa dari tahun ke tahun naik signifikan.

"Memang benar, dana desa di Kabupaten Gorontalo sudah hampir 300 miliyar dan itu 20 persen APBD kita, ber-arti uang beredar, ditambah dengan dana dari pemerintah pusat maupun dana APBD Provinsi, hampir 50 persen beredar di desa," Ucap Nelson Pomalingo.

Beredarnya uang yang begitu banyak di desa, akan memberi ruang pada desa untuk membangun.

"Alhamndulillah, hari ini aparat desa terus berkembang pemahaman pengetahuan-nya dan rakyat juga semakin paham bahwa ada uang disana, tapi pengawasan-nya sangat ketat sekali, jangan sampai terjadi kebocoran," Kata Nelson Pomaligo.

Terkait dana desa,  realisasi-nya jelas, tepat sasaran, tepat waktu dan sesuai kebutuhan, sehingga niat untuk menyelewengkan dana atau korupsi, apalagi menjadi hak pribadi, sangat kecil sekali," Tandas Nelson Pomalingo.***