Nelson Pomalingo : Pintu Rudis Terbuka Bagi Rakyat, Termasuk Pak David Bobihoe

Nelson Pomalingo : Pintu Rudis Terbuka Bagi Rakyat, Termasuk  Pak David Bobihoe

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

Akibat mulu mulu dari para oknum yang ingin membanding badingkan kepemimpinan kedua tokoh tersebut. Kini kedua tokoh, dulunya mereka saling menghargai satu sama lainnya. Sekarang lagi pecah hati, akibat hasutan yang   belum tentu jelas kebenaran yang di dapat.     

GoSulut.ID - Limboto - Silaturahmi atau saling mengunjungi sesama tokoh, pejabat dan mantan pejabat telah menjadi budaya di daerah Gorontalo khususnya Kabupaten Gotontalo, terutama pasca merayakan lebaran.

Dikatakan Nelson Pomalingo, momentum Idul Fitri menjadi puncak meraih kemenangan, setelah sebulan berjuang menahan hawa nafsu, serta mengajarkan pentingnya menyambung silaturahmi sesama umat manusia.

”Untuk memberisikan hati dengan saling maaf memaafkan. Namun, di hari ke tiga lebaran idul fitri 1440 hijriah, hal ini tidak ada Dalam agenda Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, guna mengunjungi mantan Bupati dua periode David Bobihoe Akib,”Sambungnya.

Menurut Nelson Pomalingo, keengganan ini bukan tanpa alasan. Diri-nya mengaku, pada momentum lebaran 1439 H tahun lalu mendapat perlakuan tidak baik, saat tiba di kediaman David Bohihoe, pintu-nya sudah tertutup.

”Yang jelas Saya tak ingin ke kediaman David Bobihoe lagi, sudah kapok, karna tak ingin terulang kejadian seperti tahun yang lalu. Tapi jika Pak David Bobihoe ingin ke rumah dinas bupati untuk bersilaturahim silahkan saja,  pintu rudis selalu terbuka untuk rakyat dan bagi Pak David Bobihoe, apalagi dirinya sekarang sebagai rakyat saya," jelas Nelson Pomalingo, Jumat (7/6/).

Sikap menutup diri seperti ini, bukan keinginan dan pakayan saya, tapi jika ditanya apa sudah memaafkan, jawaban-nya sudah di maaf-kan, tegas Nelson Pomalingo.

Saat di temui David Bobihue Akib, Menanggapi pernyataan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan, diri-nya selalu membuka diri  untuk siapa saja. Terlebih bagi pejabat maupun rakyat biasa, pasti akan mendapat perlakuan sama, asalkan tulus, iklas, dan tidak terbungkus dengan kemunafikan.

"Saya tak suka kemunafikan, itu adalah hal yang paling saya benci,"ujar David Bobihoe.

Sedangkan menjawab persoalan, mengapa Saya menutup pintu rumah saat kunjungan Nelson Pomalingo, David mengatakan, dirinya menerima informasi, ada larangan Bupati Gorontalo pada kepala dinas, tak boleh berkunjung ke rumah David Bibihoe dan tak boleh menyebut namanya lagi.

”Lalu kemudian dia sendiri yang datang kesini, tapi sebelumnya dia melarang. Berarti kan munafik, jelas saya tidak suka,” Tambahnya.

David Bobihoe menjelaskan, para OPD hanya sebatas silaturahim pada mantan pejabat bupati, bahkan tak punya muatan politik, sebatas ingin memberikan kue dan bunga.

”Akhirnya, akibat sudah takut, para kadis-harus menggunakan mobil plat hitam kesini, agar tak ketahuan, jika ketahuan bakal dinon job oleh bupati maupun istri bupati," ucap David Bobihoe.

David juga menjelaskan, bahwa saat ini dirinya adalah tokoh masyarakat yang memiliki gelar adat, dan tak seperti masyarakat lain, yang di ketahui Nelson Pomalingo.

"Saya TA' UWA LO LAHUWA kok, saya punya gelar adat,” ungkap David Bobihoe.***