Nahkodai Dinas Dukcapil Azis Nurkamidin Gagas Sistem Aplikasi Siranti 

Nahkodai Dinas Dukcapil Azis Nurkamidin Gagas Sistem Aplikasi Siranti 

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Asis Kohongia

www.gosulut.id –Limboto - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gorontalo, laksanakan sosialisasi kebijakan kependudukan dan sosialisasi penerapan tanda tangan elektronik  (TTE) serta launcing aplikasi SIRANTI ( Sistem Informasi Kematian).

Sosialisasi yang berlangsung di ruang Ballrom Hotel Damhil itu, di hadir perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah, Kadis Dukcapil, OPD, dan undangan lainnya, selasa (17/9).

Di temui usai kegiatan, Sekretaris Daerah, Hadijah U Tayeb menyampaikan, adanya sistem yang bisa langsung di akses ini, adalah bentuk jawaban atau respon cepat pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.

”Pada hari ini dinas kependudukan dan catatan sipil sosialisasikan tentang pelaksanaan tanda tangan elektronik dan sistim informasi kematian (SIRANTI). Merupakan jawaban pemerintah daerah untuk percepatan pelayanan pada masyarakat. Baik pengurusan Kartu Keluarga, Kartu Kematian, Akta Kelahiran dan Sebagainya itu tidak perlu menunggu Kepala Dinas. Tetapi ada di mana pun kepala dinas, tetap penandatanganan dengan barcode dokumen tersebut. Hal itu tetap berlaku, sehingga masyarakat cepat terlayani tidak menunggu berlama lama," kata Hadijah U.Tayeb.

Dengan demikian, kata Sekda Hadijah U.Tayeb, tidak ada lagi masyarakat yang menunggu ataupun antri berjam-jam hanya untuk menunggu tanda tangan basah dari Kepala Dinas.

”SIRANTI merupakan, sebuah system informasi cepat dan kapan saja, ada yang meninggal langsung ter imput, karena langsung di proses operator di Dukcapil,"Sambungnya.

Sekda Hadijah U.Tayeb menjelaskan, sistem ini bisa di akses lewat aplikasi android. Dan orang yang sudah meninggal akan dikurangkan dalam data penduduk.

”Kedepanya update data itu sangat dibutuhkan, apalagi dalam waktu dekat akan melakukan pilkades di 86 desa,sehingga pilkades serentak butuh keakuratan data pemilih.

" Sistem SI RANTI ini itu merupakan satu proyek perubahan dari salah seorang Kasubag perencanaan yang ada di Dukcapil Namanya Susanti Haris, kalau ini sukses di kabupaten, pasti akan di adopsi oleh Kementerian,”tegas Hadijah U.Tayeb.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dukcapil Azis Nurkamidin mengungkapkan, aplikasi SIRANTI ini di luncurkan oleh pegawai yang ada di Dinas Dukcapil, untuk mempermudah proses pengurusan dokumen yang bisa di akses lewat android.

" Diluncurkan aplikasi melalui reformer kami, karena melihat fenomena yang ada di masyarakat itu masih sangat rendah pemahamannya tentang pentingnya akta kematian.Hal ini dilihat dari data kami yang mengurus akte kematian itu sangat sedikit, nanti pada saat ada insiden, misalnya ada pembagian harta warisan yang syaratnya harus ada akta kematian, baru  itu mereka urus,”Tambahnya.

Azis Nurkamidin mengatakan, guna mempermudah proses pengurusan ini, reformer kami yang kebetulan salah seorang pejabat eselon empat yang ada di kantor, mengeluarkan aplikasi SIRANTI, aplikasi ini nantinya bisa diakses melalui komputer maupun melalui android.***