MUSRA Ke 9, Ajang Suarakan Capres dan Cawapres Masa Depan

MUSRA Ke 9, Ajang Suarakan Capres dan Cawapres Masa Depan

GOSULUT.ID - Saatnya rakyat menyuarakan calon pemimpin masa depan yang ideal dalam menahkodai bangsa dan negara ini kedepan, hal ini yang mendorong seluruh relawan Jokowi di Provinsi Gorontalo menggelar Musyawarah Rakyat (MUSRA) ke 9, Minggu (4/12), sebagai wadah menampung aspirasi rakyat terhadap figur dan tokoh yang dinginkan untuk menjadi presiden dan wakil presiden berikutnya.

Sekertaris Panitia MUSRA 9, Benyamin Hadju menuturkan, kegiatan yang akan dihadiri Ketua Umum Pro Joko Widodo (Projo) Budi Arie Setiadi ini adalah sebagai ajang bagi rakyat di provinsi Gorontalo untuk memilih pemimpin untuk melanjutkan program pemerintah saat ini.

"Kami mengundang dan mengajak berbagai komponen masyarakat tanpa melihat embel-embel organisasi, warna atau partai politik apapun. Silahkan menyuarakan tokoh yang dianggap tepat dan yang dinginkan untuk menjadi calon presiden dan calon wakil presiden, misalnya Rachmat Gobel, Sandiaga Uno, Anis Baswedan, Ganjar Pranowo, atau figur lain sesuai pilihan masing-masing" ungkapnya, Jumat (02/12/2022).

Dijelaskan, kegiatan nantinya akan dibagi dalam tiga sesi dengan menghadirkan 3 (tiga) panelis yakni, Nelson Pomalingo dengan agenda kebangsaan dan program prioritas harapan rakyat, dilanjutkan sesi 2 Zulkarnain Suleman serta Zainal Abidin Umar untuk sesi 3.

"Acara berikutnya dilakukan voting terhadap capres dan cawapres pilihan rakyat, minimal masing-masing 10 nama, hasil atau suara tertinggi kemudian diumumkan dan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan ke pemerintah," tandasnya.

Sementara salah satu panelis, Zainal Abidin Umar menyampaikan, MUSRA adalah proses menjaring pemimpin masa depan yang notabene adalah sebuah konsep yang dibangun untuk penyampaian aspirasi masyarakat. Hal ini adalah merupakan pendidikan kepada masyarakat bahwa indikator-indikator daripada pemimpin sudah harus dipetakan mulai sekarang.

"Sebagai akademisi saya menyambut baik, bahwa MUSRA sudah berada pada ditingkat daerah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sebuah dasar bagi pusat untuk menentukan arah kepemimpinan masa depan. Kami sebagai panelis hanya memberi saran, pemikiran dan gambaran dari sisi bidang ilmu yang dimiliki sehingga akan berdampak pada pertimbangan- pertimbangan secara makro, terutama apa yang sebenarnya dilakukan pemerintah, bagaimana harapan yang diminta masyarakat pada 5 tahun berikutnya," ungkapnya.

Lanjut dia, sebagai panelis hanya menjaring sekaligus memberikan input bahwa program-program nasional dari periode sebelumnya sudah harus diselesaikan.

"Kami tidak berasumsi secara politis tapi berasumsi secara kompetensi pembangunan ekonomi, sosial masyarakat, yang mendukung program-program masa datang," tutupnya.