Moh Yasin, S.Sos : Melalui UPSUS Mari Tingkatkan Produksi Pertanian

Moh Yasin, S.Sos : Melalui UPSUS Mari Tingkatkan Produksi Pertanian

Biro Donggala : Darul Fadil
Editor : Kamal Babay

 

 

 

 

www.gosulut.id  - Donggala -Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin, S.Sos menghadiri Gerakan Tanam Padi Sawah di Desa Dampal Kecamatan Sirenja, kamis (8/8).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Yasin juga menggelar temu wicara bersama pemuda tani di desa tersebut, guna membahas peningkatan produksi hasil pertanian padi sawah dengan upaya khusus (UPSUS).

Pada kegiatan itu Wakil Bupati didampingi  oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Donggala, Harri Soetjahyo, S.Pt sebagai pelaksana kegiatan.

Dalam sambutannya Bupati Donggala yang di sampaikan oleh Wabup Moh Yasin, S.Sos mengatakan, tahun 2019 Pemkab Donggala telah menetapkan target produksi padi dan kedelai sebesar 130.649 ton gabah kering giling.

”Target tersebut tidak akan tercapai tanpa usaha, kerja keras, dan keterlibatan semua pihak terutama masyarakat petani sebagai pelaku utama dalam peningkatan produksi pertanian,”jelas Moh Yasin, S.Sos.

Ada empat tujuan pelaksanaan UPSUS di Donggala. Antara lain memantapkan koordinasi dan sinkronisasi kabupaten, kecamatan, dan desa.

”Guna meningkatkan produksi padi untuk menunjang ketahanan pangan daerah dan nasional. Serta mendorong peningkatan penerapan teknologi sesuai anjuran di tingkat usaha tani dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,”ujar Moh Yasin, S.Sos.

Namun kendala dihadapi petani pada musim panen yakni soal pemasaran. Karena Donggala belum memiliki fasilitas yang memadai seperti gudang Bulog, sehingga petani masih menjual hasil panen ke sub Divre Bangkir dan Bulog Divre Palu.

”Demikian pula sebaliknya. Bila masa pemeliharaan tanaman (paceklik) harga beras cenderung naik. Kedepan Pemda Donggala akan mencari solusi dengan membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan,” kata Moh Yasin, S.Sos.

Dengan kerjasama ini diharapkan, bisa membuka peluang dan kepastian pasar produksi pertanian terutama beras.

”Supaya petani mendapatkan harga layak dikala musim panen maupun paceklik, agar tidak ada lagi petani menjual hasil panen dibawah harga standar pemerintah,” tegas Moh Yasin, S.Sos.***