Mitigasi Bencana Dalam Hut 345

Mitigasi Bencana Dalam Hut 345
Mitigasi Bencana Dalam Hut 345
Mitigasi Bencana Dalam Hut 345

Limboto-gosulut.id - Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo memerintahkan Badan Penelitian dan Pengembangan (BALITBANG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo menggelar Simposium dan Workshop Bencana Alam dan Upaya Mitigasi Tahun 2018.

Tema yang di usung adalah "Hikmah Bencana Alam dan Upaya Mitigasi"  dengan sub tema “membangun kapasitas dan kesiapsiagaan daerah dalam mitigasi dan tanggap bencana.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan HUT Kabupaten Gorontalo ke-345 yang diselenggarakan selama sehari penuh di kawasan Pentadio Resort ( 24/11),

 Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah penyamaan persepsi terhadap manajemen bencana secara terintegrasi  serta mempersiapkan semua elemen masyarakat, pemerintah daerah serta stake holder lainnya,  dalam upaya penanggulangan bencana serta memahami manajemen bencana secara optimal.

Simposium dan workshop ini dibuka oleh  Wakil Gubernur Gorontalo Dr.Idris Rahim,  dengan narasumber lokal, nasional dan luar negeri meliputi pakar geologi  ITB  yaitu Prof. Dr. Satria Bijaksana, Dr. Imam Ahmad Sadisun,  Mr. Takashi Kusuka,  Mr. Eddy Hudoyo, Mr. Koichi Yamamoto, Bambang Surya Putra dari unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat serta Ishak Bakari L.c.dari unsur Majelis Ulama Indonesia Provinsi Gorontalo. 

Simposium dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, seluruh camat dan Kepala Desa, kepala dinas/badan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo serta UPT Kementerian yang ada di Gorontalo.

Dalam sambutannya Idris Rahim, mengapresiasi terobosan pemerintah kabupaten Gorontalo dalam penyelenggaraan simposium dan workshop ini.  Menurutnya Workshop ini adalah momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan daerah. Mitigasi bencana sudah semestinya, dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban lebih banyak, karena hingga kini, belum ada teknologi yang bisa memastikan kapan gempa bumi muncul.

 "Untuk itu masyarakat harus diberi pemahaman dan kesadaran dalam menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami,"Harap Idris Rahim

Kegiatan Simposium ini di prakarsai Bupati Gorontalo Prof. Dr Ir. Nelson Pomalingo dengan dukungan Japan Weather Association, Pasco Corporation of Japan serta  Hitachi Limitted yang merupakan salah satu perusahaan penyedia informasi dan sistem telekomunikasi, infrastruktur social, sistem industri, dan peralatan elektronik, mesin konstruksi dan lain-lain.  

Dalam sambutannya Bupati Gorontalo menyampaikan bahwa output kegiatan simposium ini, pertama dihasilkan rumusan yang berisi komitmen yang kuat pemangku kepentingan, tentang pentingnya kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam meningkatkan pemahaman terhadap resiko bencana, kewaspadaan, kesiapsiagaan, kedua dihasilkannya solusi-solusi rumusan konkrit untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap ancaman bencana, khususnya ancaman bencana gempa bumi dan likuifaksi dan tsunami.(Ih-04)