Meity Adam, S.Pd Salah Satu Sosok Teladan di SDN 8 Kwandang Gorontalo Utara

Meity Adam, S.Pd Salah Satu Sosok Teladan di SDN 8 Kwandang Gorontalo Utara

GOSULUT.ID - Walaupun dunia pendidikan saat ini diombang ambing oleh pandemi yang masih berlanjut, seluruh kalangan harus menerima kenyataan bahwa keputusan pemerintah untuk memindahkan proses belajar dari sekolah ke rumah mengharuskan semua pengambil kebijakan di lingkup Dinas pendidikan harus menyusun strategi pendekatan dan penyelenggaraan pembelajaran harus tepat sasaran khususnya di Gorontalo Utara.

Seperti halnya sosok guru yang satu ini, ibu Meity Adam, S.Pd, GoLongan III A, dalam pengabdiannya sudah 11 tahun 6 bulan dan sekarang bertugas di SDN 8 Kwandang Gorontalo Utara.

Ibu Meity, begitu panggilan akrabnya, meski ditengah situasi pandemi covid-19, hal ini tidak menyurutkan semangatnya dalam menjalankan tugas pokok sebagai pendidik.

Dari rumahnya Ia berjalan kaki ketempat mengajarnya yaitu salah satu kelompok belajar terpumpun dengan membawa sebuah papan tulis berukuran 1X1 Meter dan hanya digantungkan pada pundaknya bagai sedang menenteng layaknya sebuah tas. 

Kegiatan kelompok ini terekam lensa Media Center Disdik saat proses belajar mengajar berlangsung pada jum'at, 25/07/2020, dan hal ini menggambarkan kesungguhan dan bentuk kasih sayang seorang guru pada siswanya. 

Saat di konfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara. Irwan A. Usman menyampaikan, sangat mengenal sosok guru yang memiliki talenta dan semangat juang itu. Bahkan dirinya berterima kasih kepada semua guru termasuk ibu Meity.

“ Saya kenal orangnya dan memang sosok guru ini salah satu guru yang mempunyai talenta dan semangat juang yang tinggi, saya juga dulunya seorang Guru yang mengajar di sekolah yang sama seperti mereka, oleh karennya saya sangat paham isi hati dan perasaan para guru kepada anak didiknya, terlebih ditengah kondisi pandemic Covid-19 saat ini, untuk itu saya sangat berterima kasih kepada beliau dan semua tenaga pendidik se-Gorontalo utara atas keikhlasan dan semngat juang dalam kondisi apapun," ujarnya.

Menurutnya, pahlawan tanpa tanda jasa, memang bukan hanya sekedar ungkapan karena gelar ini pantas disematkan kepada siapa saja yang berprofesi guru dan berada digarda terdepan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

" Namun, kembali saya ingatkan kepada semua pemangku kepentingan dilingkup dinas pendidikan dan guru se-Gorontalo utara bahwa capaian pembelajaran yang kita inginkan berkualitas itu tujuan utama dari pelaksanaan sebuah pembelajaran, " tegas Irwan A. Usman.

Akan tetapi kata Irwan, keselamatan dan kesehatan untuk para guru dan anak-anak didik merupakan point penting dalam pengambilan kebijakan pembelajaran,

"Olehnya saya memperketat protokol kesehatan agar kita semua terhindar dari yang kita tidak inginkan, " terangnya


 Sumber : disdik.gorutkab.go.id/info/.