Masukan Rektor UNISAN Agar L2DIKTI Bisa Terwujud di Gorontalo

Masukan Rektor UNISAN Agar L2DIKTI Bisa Terwujud di Gorontalo

GOSULUT.ID - GORONTALO - Upaya perguruan-perguruan tinggi yang ada di Provinsi Gorontalo agar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) bisa terwujud daerah ini, dikhawatirkan akan menemui hambatan.

Kekhawatiran ini diungkapkan Rektor Universitas Ichsan Gorontalo, Dr Abdul Gaffar La Tjokke, M. Si. 

"Menurut saya ada upaya dan langkah- langkah yang belum dilakukan oleh teman-teman di L2DIKTI Gorontalo," ungkapnya, Sabtu (11/1).

Utamaya lanjutnya adalah melakukan pendekatan atau melobi dua provinsi yang notabene memiliki jumlah kampus terbanyak dibanding Gorontalo, yakni Sulawesi tengah dan Sulawesi Utara.

"Saya dengar juga mereka ini menginginkan L2DIKTI ada di daerah tersebut," ujar Abdul Gafar.

Meski terangnya Menteri pendidikan dan Kebudayaan periode sebelumnya Muhadjir Effendy telah menunjuk langsung agar L2DIKTI berada di Gorontalo,

"Alasannya karena provinsi Gorontalo posisinya berada ditengah-tengah dari kedua provinsi tersebut," tutur Rektor.

Apalagi tanah sekitar satu hektar sudah disiapkan di wilayah kabupaten Bone Bolango.

Namun seperti di katakan sebelumnya, agar tidak menemui kendala, pendekatan kepada dua daerah tadi perlu dilakukan dengan intens.

Kemudian katanya dari diskusi-diskusi yang dilakukan dengan rekan-rekan kampus dan L2DIKTI Gorontalo adalah lemahnya Gorontalo dari segi mobilitas.

"Dimana orang yang dari menado akan ke Gorontalo dan dari palu ke Gorontalo. Mereka harus ke Makassar dulu, kecuali bila naik pesawat yang berbadan kecil. Ini juga menjadi alasan bagi mereka ketika nantinya L2DIKTI terpusat di Gorontalo," jelas Abdul Gafar.

Tetapi lanjut dikatakan, kuncinya yakni pendekatan atau lobi agar harapan L2DIKTI bisa berada di Gorontalo bisa terwujud.

"Sebelumnya saya sampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekannya di L2DIKTI karena akhir-akhir ini saya belum bisa terlalu fokus, karena sebagaimana diketahui saya masih konsen menormalkan kembali aktifitas kampus sebab persoalan kemarin," pungkas Abdul Gafar. 

 

Editor: Harso Utiarahman