Mantan Wakil Bupati Gorontalo mengakui dirinya diperiksa Polda Gorontalo, FH : Jika Berpotensi Akan Saya Gugat,

Mantan Wakil Bupati Gorontalo mengakui dirinya diperiksa Polda Gorontalo, FH : Jika Berpotensi Akan Saya Gugat,

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor ; Yance Harun

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Saudara FH alias Fadli mantan pejabat Wakil Bupati Gorontalo, mengakui jika dirinya telah diperiksa Kepolisian Daerah Gorontalo.

Pemeriksaan polisi itu dilakukan karena nama FH disebut-sebut terkait dalam dugaan Proyek Anggaran palsu, yang diduga dilakukan oleh oknum polisi Gorontalo inisial CA dkk.

FH mengatakan, dirinya di periksa sebagai saksi oleh pihak Polda Gorontalo, dan di konfirmasi oleh penyidik terkait pernyataan CA yang menyebut adalah suruhanya seorang Wabup kala itu.

"Kalau tidak salah pemeriksaan itu dua minggu yang lalu, antara hari rabu atau kamis. Diperiksa Direskrimsus Subdit Tindak Pidana Pencucian Uang. Karena bukan Korupsi, sebab itu bukan proyek dan tidak ada proyek disitu. Jadi kalau itu Tipikor dilihat dulu ada anggarannya tidak, dan ternyata tidak ada. Jadi karena mata anggarannya tidak ada, larinya ke tindak pindana pencucian uang," kata FH kamis (30/5).

FH juga menyampaikan, pemanggilan terhadap dirinya, sebagai bentuk mengklarifikasi soal nama-nama yang di sebutkan polisi, apakah mengenal atau tidak.

”Ada tiga orang yang ditanyakan, yang saya kenal hanya dua, PPK bernama Agus dan Kepala Dinas BPBD 2017 Doni Lahati, selebihnya tidak kenal apalagi sampai berinteraksi dengan mereka," ucap FH.

FH menambahkan, terkait Anggaran Proyek Fiktif, diri-nya tidak mengetahuinya, saat itu dirinya sedang di makzulkan.

"Maka soal proyek ini, jujur saya tidak mengetahui sama sekali, apalagi saat terakhir saya menjabat sebagai Wakil Bupati,” jelas FH

Dalam kesempatan itu, FH sangat berterimah kasih atas kedatangan wartawan, yang melakukan konfirmasi informasi, terkait pemeriksaan atas dirinya adalah bentuk yang sangat baik.

"Ngak apa-apa sih dikonfimasi begini, bagus juga kan. Bahkan saya juga pertama membaca berita tersebut merasa kaget, setelah itu komendan Fahmi Polda menelpon. Sambil berkata, Pak ada panggilan untuk bapak, mau diantar dimana surat-nya.  Saya bertanya panggilan apa?,” ujar FH.

Ketika di tanya tentang pencatutan nama baik dirinya dalam perkara tersebut, FH mengatakan, akan melihat sejauh mana perkembangannya.

"Progres inti dari kasusnya ingin saya lihat dulu, apakah merugikan secara materil atau non materil, saya harus kaji dulu. Kan pencatutan nama pejabat publik sekarang ini memang sering kali terjadi pada siapa saja. Jika berpotensi akan saya gugat,”tegas FH.***