Mamah Dedeh Hipnotis Ribuan Majelis Taklim Di Gorontalo

Mamah Dedeh Hipnotis Ribuan Majelis Taklim Di Gorontalo

Laporan Wartawan www.gosulut.id, Ifan Ceper

 

GoSulut.id Limboto- Ustazah kondang Dedeh Rosida atau yang lebih dikenal dengan sapaan  Mamah Dedeh berhasil Hipnotis ribuan Majelis Taklim di Kabupan Gorontalo.

Ustazah yang popular lewat sebuah acara Stasiun TV swasta Tanah Air hadir di Kabupaten Gorontalo memberi Tauziah dalam Tabliq akbar dengan Tema “Keluarga Investasi Terbesar Di Dunia” berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) David Tonny,sabtu (02/02/19).

Pada kegiatan Tauziah itu, juga dihadiri Majelis taklim dari Kota Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, bahkan ada dari Bolaang Mongondow dan Manado.

Dalam kegiatan itu, langsung di hadiri oleh Yayasan Al-Khairat Prof.Fadel Muhammad, Kepala kejaksaan Negeri Limboto Dr. Supriyanto, Sekertaris Daerah Ir.Hadijah U Tayeb, Asisten, Staf ahli, Bupati Nelson Pomalingo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Dr.Fory Naway, Pimpinan OPD dan Para Camat di Kabupaten Gorontalo, serta undangan lainnya.

Dalam Tauziahnya Mamah Dedeh yang dikerumuni Ibu-Ibu dan Majelis Taklim itu menyampaikan manusia diciptakan di dunia untuk membuat amalan baik dan beriman kepada Allah Swt. Beriman pada Allah Swt, kata Mamah Dedeh tentunya tidak melupakan sholat lima waktu dan memberi zakat.

”Kemudian berbuat baiklah pada orang lain, karena Allah Swt dan Insyaallah kita menjadi penghuni surga nantinya” Kata Mamah Dedeh.

Terkait dengan Tema pada kegiatan itu, Mamah Dedeh manegaskan, bahwah keluarga merupakan Investasi terbesar dunia dan akhirat. “Jangan ada yang dendam atau berkelahi antar keluarga, jangan ada sifat dengki dan sombong antar sesama manusia” Ujar Mama Dedeh.

Sementara itu Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalinggo mengatakan, dalam membangun daerah di bawah kepemimpinannya, dilandaskan pada tiga pilar, antara lain dengan agama, Ilmu dan budaya.

”Ketiga pilar tersebut harus dihayati seluruh unsur masyarakat dan aparatur pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat ” Jelas Nelson Pomalinggo.***