Makna Idul Fitri, Bupati Nelson Pomalingo : Kembali Fitrah Dan Kesucian

 Makna Idul Fitri, Bupati Nelson Pomalingo :  Kembali Fitrah Dan Kesucian

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor ; Mnunu Tangguda 

GoSulut.ID – Limboto - Bersama dengan ribuan masyarakat Kabupaten Gorontalo, Bupati Nelson Pomalingo bersama keluarga serta seluruh unsur unsur OPD dan unsur muspida Kabupaten Gorontalo melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturahman Limboto, rabu (05/06).

Bertindak sebagai khotib Rektot Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Cadangan khotib Dr. Sofyan Kau, Imam H. Karim Busalo, cadangan Imam H. Djafar Lanur, Ta mopolili Hasan Abuya, Ta Mohudu Tunggudu abdulah Jahidi, Ta mohama Wumbato Abdul Rahman Taliabu, Ta moloduwo Simon Busalo.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, hari ini umat islam telah mengakhiri bulan puasa dan telah melaksanakan sholat idul fitri. Menurut Bupati Nelson, makna idul fitri adalah manusia kembali ke fitrah atau kembali pada kesucian.

”Manusia lahir dia suci. Tapi pada saat perjalanannya, disitulah ujian manusia silih berganti, apakah menjadi baik atau menjadi perlakuan setan,” kata Bupati Nelson Pomalingo usai melaksanakan sholat idul fitri.

Kalau potensi manusia menjadi setan, terlihat pada perbuatan dosa terus terjadi. Maka dalam puasa selama sebulan ini-lah, menjadi bulan kita menggodok, bulan kembali ke-fitrah lagi.

”Dan disanalah disebut kemenangan itu. Kemenangan dalam arti kita bisa menghajar nafsu setan tadi. Untuk kembali kesuci lagi. Itu-lah kemenangan hakiki yang kita dapatkan,”Sambungnya.

Dengan bulan puasa yang telah dilewati, Bupati Neslon berharap, idul fitri menjadi modal didalam hidup kedepan lagi. Supaya kefitraan itu, harus bertahan dalam kehidupan sehari hari.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu menambahkan, khusus program keagamaan untuk masyarakat di daerah, terus di dorong pemahamannya dalam bidang agama.

”Pertama, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, bekerja sama dengan PKK, guna terus menggulirkan inovasi PKK Kabupaten Gorontalo, yakni pesantren lansia. Kedua, terkait pendalaman Al- Quran bagi masyarakat dan ASN akan dituntaskan, sehingga TPA, TPQ dan sebagianya terus dimaksimalkan dan didorong. Ketiga, baznas, bagaimana zakat yang menjadi modal kita semua, termasuk zakat fitrah, zakat mal, sedekah,Infaq akan terus kita dorong, sehingga membangun daerah ini tidak sekedar mengandalkan APBD, tapi juga melalui anggaran yang benar-benar diberikan pada umat, terutama bagi yang kurang mampu,”ungkap Nelson Pomalingo.

Diakhir penyampayan-nya, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, yang juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Gorontalo itu berharap, setelah lebaran, rasa kebersamaan, kesucian dan kemenagan yang telah didapatkan dalam bulan ramadhan, agar terus dipertahakan. Termasuk, bagaimana masyarakat didorong dalam bekerja serta mendukung pembangunan di Kabupaten Gorontalo secara bersama sama.

”Tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun non fisik, karena itu yang utama. Kemudian antara umara, ulama dan masyarakat benar-benar menyatu. Kalau itu terjadi, maka Insya ALLAH pembangunan di Kabupaten Gorontalo akan berjalan dengan baik,” harap Nelson Pomalingo.***