Mahasiswa Gelar Aksi Tolak RUU KUHP  Dan Pelemahan KPK Serta Minta Turunkan Presiden Jokowi, Di Tanggapi Ketua Sedulur Gorontalo Dr. Rustam Akili

Mahasiswa Gelar Aksi Tolak RUU KUHP  Dan Pelemahan KPK Serta Minta Turunkan Presiden Jokowi, Di Tanggapi Ketua Sedulur Gorontalo Dr. Rustam Akili

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Asis Kohongia

 

 

 


GOSULUT.ID - Limboto - Terkait Aksi Mahasiswa dan Masyarakat yang berlangsung di beberapa titik di wilayah Provinsi Gorontalo termasuk di Kabupaten Gorontalo mendapatkan respon dari Ketua Pembina Yayasan YP-DLP Universitas Gorontalo, rabu (25/9).

Pasalnya, aksi yang berlangsung dengan tuntutan penolakan RUU KUHP dan UU KPK itu, menurut Ketua Pembina Yayasan Dr. Rustam Akili sah-sah saja yang penting tertib.

" itu kan, hak warga negara dijamin oleh undang-undang dan peraturan pemerintah, hanya saja tidak boleh anarkis. Alhamdulillah, tadi saya lihat gerakan bagus kritis tegas dan mereka masih terkontrol," ucap Dr.Rustam Akili.

Selanjutnya, menurut Rustam Akili aksi yang berlangsung saat ini adalah bentuk solidaritas dari seluruh mahasiswa, dalam menanggapi apa yang terjadi di tingkat nasional.

"Dua tuntutan yang mereka suarakan, pertama adalah menyangkut pelemahan KPK,  kedua masalah RUU KUHP. Dan semua tuntutan ini, sudah di dengar oleh Presiden dan DPRD, maka pengesahan akhirnya ditunda, hanya saja untuk mahasiswa Gorontalo hal demikian biasa saja. Karena polarisasi seperti itu, sebuah bentuk dari solidaritas, selama dia tidak anarkis dan tidak makar saya setuju," tutur Rustam Akili di temui di kantor DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo.

Lebih lanjut, Dosen pengampuh mata kuliah Pisikologi Anti Korupsi ini, berharap pemerintah pusat melihat keadaan ini, yang sudah serentak di lakukan mahasiswa dan masyarakat, harus sesegera mungkin untuk mendengarkanya.

" Yang tidak dibenarkan oleh undang-undang hanya makar, kemudian merusak fasilitas pemerintah. Hanya saja pemerintah pusat harus dengar masukan-masukan dari masyarakat umum, masyarakat kampus dan steckholder yang punya kemampuan untuk menjelaskan,"Sambungnya.

Dr.Rustam Akili menegaskan, dengan berlangsungnya aksi, yang dilakukan oleh Mahasiswa tidak perlu di salahkan, karena itu adalah gerakan murni tanpa tendensi.

" Jangan salahkan mahasiswa dong, sebab mahasiswa itu kan cuma dua yang ada di benak mereka, yaitu kritis dan selalu ingin tahu. Dan tidak ada kepentingan apa-apa, masih murni. Saya juga tidak setuju, jika pemerintah mengatakan, bahwa mahasiswa ditunggangi.Tapi jika di tunggangi, siapa yang menunggangi.Semua hanya gerakan murni mahasiswa, soal rakyat bergabung itu kan urusan lain," Tambahnya.

Menurut Rustam Akili, mahasiswa itu suaranya memang harus Lantang dan tegas, karena itu ciri khas, jangan di tekan.

"Jika mereka semakin ditekan, pasti akan melawan. Tapi aparat kepolisian tadi mampu melakukan hal persuasif dengan profesional. Terlihat unjuk rasanya damai, soal dorong-dorongan itu kan biasa, dan mahasiswa itu sudah tau apa yang harus mereka lakukan ". Ungkap Dr.Rustam Akili.

Terakhir, Rustam yang diketahui sebagai Ketua Sedulur Provinsi Gorontalo itu, juga menanggapi tuntutan mahasiswa terkait meminta turunkan Presiden Jokowi, menurutnya itu sudah hal lain.

" Untuk menuntut turunkan Presiden Jokowi, ah ini lain ceritanya, bagaimana belum dilantik kok, diminta mundur. Namun dalam kondisi begini apa saja bisa, tapi saya bersyukur DPRD Kabupaten Gorontalo tidak menanda tangani kesepakatan yang di inginkan masa aksi terkait tuntutan yang meminta turunkan Presiden, karena jika ini terjadi di hawatirkan jadi makar," tutup Ketua Sedulur Gorontalo dengan senyuman khasnya.***