Lurah Bolihuwangga Noldy Fenturi S.IP Membantah Segala Laporan Asni Menu Bersama Warga Pada Bupati

Lurah Bolihuwangga Noldy Fenturi S.IP Membantah Segala Laporan Asni Menu Bersama Warga Pada Bupati

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda 

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Kepala Kelurahan Bolihuwangga, Noldy Fenturi S.IP, membantah segala tudingan, yang di adukan Asni Menu bersama warga ke Bupati Kabupaten Gorontalo,Nelson Poamlingo, kalau diri-nya memprovokasi masyarakat dan mengintervensi bantuan, semua itu tidak-lah benar, kata Noldy Fenturi, S.IP.

Pro-kontra yang terjadi antara Lurah dan warga tersebut berawal dari belum ditandatangani surat pernyataan izin pakai tanah oleh Lurah Bolihuwangga terkait program Kotaku dengan anggaran sebesar 2 milyar.

”Untuk penanda tanganan surat  pernyataan izin pakai tanah itu format dari pasilitator.Di sampaikan pada saya untuk di tanda tangani, namun di dalam surat itu ada kolom yang harus ditanda tangani oleh saksi-saksi. Karena saksi  belum tanda tangani, jadi Saya belum tanda tangan," jelas Noldy Fenturi.

Maka melihat kondisi demikian, apalagi para saksi belum ada yang bertanda tangan. Maka perlu Saya melihat lokasi  yang jadi target program nanti.

"Pada saat saya sampaikan ke mereka untuk turun lapangan meninjau lokasi, terkait sasaran program, seperti jalan dan lainnya. Mereka menyampaikan bahwa ini sudah mereka lakukan, padahal di dalam surat itu belum ada tanda tangan saksi-saksi dan ahli waris kepemilikan tanah yang akan dilalui program tersebut,” tegas Noldy Fenturi.

Hal ini lah, mengapa saya belum tanda tangani, jangan sampai pada saat program itu berjalan nanti ada pihak-pihak yang mempersoalka-nya karena lahan mereka di pakai tanpa koordinasi sebelumnya.

"Sebenarnya ini hanya miskomunikasi saja, dengan rekan-rekan tersebut.Untuk informasi penyegelan kantor, saya sampaikan kantor tidak ada urusan dengan masalah demikian,”ucap Noldy Fenturi.

Lebih baik kita bermasalah hari ini, tapi jangan dikemudian hari, sebab menyangkut keuangan Negara, semua harus hati hati, karena jika bermasalah hokum, semua yang akan kena dampaknya," tutur Noldy Fenturi.***