Lulusan STITEK Bina Taruna Gorontalo Terus Didorong Harus Punya Sertifikasi

Lulusan STITEK Bina Taruna Gorontalo Terus Didorong Harus Punya Sertifikasi

GOSULUT.ID – Pada pembukaan kuliah pakar di STITEK Bina Taruna Gorontalo. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), Gorontalo, Darda Daraba, terus mendorong lulusan mahasiswa teknik di STITEK Bina Taruna Gorontalo memiliki sertifikasi insinyur profesional.

Karena, sertifikasi profesi itu sebagai bentuk pengakuan, untuk memiliki kemampuan sesuai sertifikasinya itu. Yang artinya, tidak semua sarjana teknik memiliki kompetensi dan kualitas sesuai kebutuhan industri konstruksi di Indonesia.

Menurut Darda Daraba, kenapa perlu sertifikasi, karena ada nilai tambah disitu.

"Sehebat hebatnya kita, ketika tidak punya itu (sertifikasi), maka tidak akan diakui dan kurang dipercaya,” ujar Darda Daraba, Sabtu (24/10/2020), pada pembukaan kuliah pakar di STITEK Bina Taruna Gorontalo.

Darda Daraba yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Gorontalo mengungkapkan, PII sendiri mempunyai misi menjadikan insinyur yang ada di Gorontalo mempunyai daya saing dan nilai tambah di masyarakat, karena dalam UU no 11 tahun 2014, mewajibkan semua insinyur harus punya sertifikasi.

"Maka, PII akan bekerjasama dengan kampus yang ada di Gorontalo dan akan mendorong agar insinyur di Gorontalo memiliki sertifikasi," ungkap Darda Daraba.

"Apalagi kuliah hari ini luar biasa, kolaborasi antara STITEK Bina Taruna dengan PII. Ini sejalan denga misi PII itu sendiri. Kami harapkan bahwa melalui kesempatan ini bisa mencetak insinyur yang mempunyai kompotensi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STITEK Bina Taruna Gorontalo Azis Rahman menyatakan, pihaknya memiliki target pada tahun depan bahwa semua lulusan STITEK Bina Taruna Gorontalo seluruhnya sudah tersertifikasi kompetensi.

“Mungkin mulai tahun depan, saya akan dorong seluruhnya akan tersertifikasi, sehingga setiap lulusan bukan hanya mendapatkan ijazah tapi langsung bisa memperoleh pengakuan dalam bentuk sertfikasi kompotensi atau STR. Ibarat seperti dokter praktek harus punya STR, begitu juga insinyur. Itu merupakan satu keunggulan di Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah di Universitas Bina Taruna Gorontalo kedepan,” ucap Azis Rahman.

Ia juga menyebutkan, mengundang Ketua PII yang juga menjabat sebagai Sekdaprov Gorontalo, kuliah hari ini juga dihadiri pakar di bidang sertifikasi insinyur sebagai narasumber.

“Kita mengundang pakar di bidang sertifikasi insinyur karena kita tau kedepan berdasarkan undang-undang PII bahwa seluruh lulusan sarjana teknik baik itu di teknik sipil, arsitek, perikanan, pertanian dan lain sebagainya yang memiliki bidang ilmu keteknikan ini wajib memiliki STR atau tersertifikasi,” pungkas Azis Rahman.

Pada kegiatan itu, Ketua PII Provinsi Gorontalo menerima plakat sebagai Promotor Kuliah Pakar STITEK Bina Taruna Gorontalo tahun akademik 2020-2021.***

Editor : Mnola