Listrik Sering Padam. PLN Diduga “Jual” Sisa Kuota BBM

Listrik Sering Padam. PLN Diduga “Jual” Sisa Kuota BBM

Melky Kapoh, Kepala PLN Cab Beo

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD—Warga Kabupaten Kepulauan Talaud, terlebih khusus yang ada di pulau karakelang mengecam tindakan pihak Perusahan Listrik Negara (PLN) Kantor Cabang Beo, yang diduga sengaja melakukan pemadaman listrik untuk mengambil keuntungan dengan “mempreteli” Bahan Bakar Minyak yang dikhususkan untuk pelayanan listrik di wilayah pulau karakelang.

Sejumlah warga pun menilai, pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN tersebut seakan – akan “disengaja” agar dapat menghemat BBM, dan bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat.

“PLN ini sebenarnya bagaimana ? tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba – tiba listrik padam. Setelah di tanya kepada petugas di lapangan, alasanya selalu gangguan jaringan. Padahal selama ini yang kami tau, beberapa bulan terakhir ini, pihak PLN intens melakukan perbaikan jaringan dengan memangkas pepohonan yang ada di jalur tiang listrik. Apa itu bisa di bilang lagi alasan gangguan jaringan? Sangat tidak mungkin” ungkap Anto, salah satu warga Kecamatan Rainis yang mengeluhkan pemadaman listrik oleh pihak PLN

“tak hanya sampai disitu, pada saat dilakukan pemadaman tidak ada pemberitahuan kepada kami masyarakat. Apakah itu kelalaian atau memang kesengajaan ? Jangan – jangan memang sengaja dipadamkan, agar dapat menghemat BBM yang ujung – ujungnya diperjualbelikan dan hanya menguntungkan pihak tertentu ? jika itu benar, kami minta pihak terkait, pemerintah daerah kabupaten talaud, kejaksaan, polres kepualauan talaud, untuk menyelidiki hal ini. Jangan sampai kami masyarakat yang dirugikan dengan tarif listrik tinggi agar oknum – oknum tertentu dapat menikmati kekayaan yang bisa di duga didapatkan dari hasil penjualan BBM milik PLN,” tukasnya

. Senada dengan itu, Revian salah satu warga kecamatan Beo Utara juga mempertanyakan alasan pihak PLN dimana setiap terjadi pemadaman listrik karena salah satu mesin pembangkit listrik mengalami gangguan. “alasan itu sudah jadi alasan klasik, masa dalam setiap tahun mesin rusak sampai berkali – kali ? itu kan tidak mungkin, sedangkan anggaran untuk perbaikan mesin sangat besar. Bayangkan, dalam dua tahun terakhir, anggaran untuk perbaikan 1 unit mesin, bisa membeli 1 unit mesin baru. Itu kalua diukur dari seringnya terjadi pemadaman karena alasan mesin rusak. PLN jangan main – main. Kami meminta setiap aparat penegak hukum terkait, untuk segera memeriksa apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh PLN, terlebih khusus PLN Beo. Karena kami sudah sangat merasa rugi, karena sudah banyak barang eletronik yang rusak akibat seringnya listrik padam,” tegas Revian.

Kepala PLN Cabang Beo, Melky Kapoh tak menampik adanya kejadian pemadaman listrik secara bergilir tersebut. “Itu karena salah satu unit pembangkit yang ada di PLTD Tarun mengalami gangguan system, sehingga daya dialihkan ke Beo. Perlu diketahui, PLTD unit Tarun ini memback – UP system karekelang,” ungkap Kapoh.

“Kalau mau dibilang ada sisa BBM, pasti tidak ada. Semua dilaporkan, karena ada dropping yang dilakukan per-bulan. Seandainya jatah (PLN) itu 90 (KL) masih ada sisa 10 (KL). Itu tetap masuk terus (di drop), lain kali belum sampai 90 (stock habis) sudah di drop lagi,” tukasnya. Kapoh pun membenarkan adanya isu bahwa PLN Beo menjual BBM. “Itu benar, isu itu sudah lama. Bahkan saat saya masih staff disini (PLN Beo). Dan jatah untuk PLN Beo itu sebesar 200 KL per bulan, dan terbagi dalam dua trip per bulan, 1 trip 100 KL. Memang sering ada sisa, tapi pada saat droping baru, sisanya itu akan di akumulasikan (ditambahkan), jadi semua tetap terpakai,” tukasnya lagi.

Terkait sisa BBM tersebut, menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak. “Jika memang isu tersebut benar, dimana ada sisa BBM yang diperjualbelikan oleh oknum -oknum tak bertanggung jawab, demi mendapatkan keuntungan pribadi. Kami tidak akan tinggal diam, kami akan usut tuntas sampai ke akar – akarnya. Kami mendesak kepada pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus ini, jangan dibiarkan kepentingan khalayak banyak dikorbankan hanya untuk kepentingan oknum – oknum tersebut. Sekali lagi kami tegaskan, kami akan usut tuntas dugaan penjualan BBM ini, kalu perlu hingga ke Kementrian BUMN,” pungkas Yutson Ontorael, pemerhati social politik Kabupaten Kepulauan Talaud.